PENAJAM–Tidak hanya gedung dan sarana-prasarana pada Stadion Panglima Sentik Penajam Paser Utara (PPU) yang rusak. Gedung Dome Anden Oko dan Graha Pemuda di Jalan Provinsi, Kilometer 8, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU, juga memerlukan anggaran untuk perbaikan.

“Dome atapnya rusak. Graha Pemuda memerlukan pemeliharaan rutin,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemuda dan Olahraga (Pora) PPU Abar saat dihubungi Kaltim Post, kemarin.

Didampingi kasubbag Tata Usaha UPT Pora Hasmawati, Abar mengatakan, pihaknya telah mengajukan usulan dana perbaikan untuk ketiga gedung tersebut. Yaitu, Stadion Panglima Sentik, Dome Anden Oko, dan Graha Pemuda ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU.

Besaran anggaran yang diajukan, lanjut Abar, sudah diserahkan kepada panitia khusus (pansus) DPRD PPU yang menangani rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

Abar mengatakan, raperda yang saat ini sedang dibahas di lembaga dewan itu bakal ada tarif baru, yang merupakan revisi dari perda yang ada sebelumnya. Biaya sewa gedung milik pemerintah daerah itu saat ini dianggap mahal, dan raperda yang masih dibahas itu ada revisi dan tambahan untuk biaya sewa per kegiatan.

Sebagaimana Stadion Panglima Sentik PPU yang di dalamnya dimanfaatkan untuk berkantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) PPU, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) PPU, Dome Anden Oko juga dipakai untuk berkantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), dan Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) PPU.

Sementara itu, Graha Pemuda digunakan untuk kantor UPT Pora PPU dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU Alimuddin saat dihubungi terpisah, kemarin, mengungkapkan, raperda berkaitan dengan ketiga gedung aset daerah itu masih dicermati oleh pansus DPRD PPU.

“Intinya kita turunkan tarif mengingat fasilitas yang ada seperti itu, namun yang pasti bahwa aset itu harus mendapatkan PAD (pendapatan asli daerah) tahun ini,” kata Alimuddin.

Dalam draf perda yang diperoleh koran ini, kemarin, dan kini dimantapkan oleh pansus DPRD PPU itu semula tarif kegiatan olahraga yang menggunakan Stadion Panglima Sentik PPU bertarif Rp 7,5 juta. Namun, pada raperda yang dibahas oleh pansus yang diketuai Sariman itu diturunkan menjadi Rp 2 juta per kegiatan olahraga.

Kendati sarana dan prasarana Stadion Panglima Sentik PPU rusak cukup parah, Alimuddin mengatakan, selalu ada kegiatan dalam tiap tahunnya. “Setiap tahun ada saja kegiatan. Bahkan tahun ini PPU ditunjuk sebagai tuan rumah sepak bola pelajar se-Kaltim. Rencananya kegiatan dimulai setelah April 2022,” kata Alimuddin.

PPU, kata dia, juga siap apabila ditunjuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) untuk 2023 mendatang.

Berkaitan Stadion Panglima Sentik PPU yang rusak parah telah mendapatkan perhatian dari Komisi III DPRD PPU. Salah satu anggotanya, Zainal Arifin bersama koran ini, Senin (10/1), melihat dari dekat situasi dan kondisi gedung kebanggaan warga Bumi Daya Taka itu.

Zainal Arifin mengatakan, Stadion Panglima Sentik rusak cukup parah dan memerlukan alokasi anggaran untuk perbaikan. Namun, dia tidak setuju apabila biaya rehab dari APBD PPU 2022, yang untuk tahun ini peruntukannya buat bayar utang kepada pihak ketiga.

Hampir senada, Ketua Komisi III DPRD PPU Rusbani mendukung upaya Ketua KONI PPU Salehuddin yang mengajukan usulan dana perbaikan stadion Rp 143,5 miliar ke pemerintah pusat. Anggaran sebesar itu, kata Salehuddin kepada koran ini, untuk biaya perbaikan sarana dan prasarana stadion yang disebutnya rusak parah. (ari/kri/k8)