Reward dan punishment (penghargaan dan hukuman) dalam sebuah rangkaian kerja pada sebuah instansi atau lembaga, tampaknya memang perlu diterapkan. Ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan input dan output kinerja dalam melayani masyarakat. Terutama pada lembaga pemerintahan.

 

ARI ARIEF,Penajam

SEPERTI yang ditradisikan Kantor Pengadilan Agama (PA) Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), dan bisa jadi contoh untuk perkantoran lain. PA yang berkantor di Jalan Provinsi, Kilometer 8, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU, yang dipimpin Firdaus Muhammad itu menerapkan budaya pemilihan pegawai terbaik 2021.

Ini yang diharapkan berkesinambungan dari tahun ke tahun untuk meningkatkan gairah kerja pada setiap personel di lingkungan PA Penajam. Pemilihan dilakukan oleh seluruh pegawai PA Penajam secara online. Pegawai terbaik terdiri dari semua unsur pegawai, mulai Hakim Terbaik, Pegawai Kepaniteraan Terbaik, Pegawai Kesekretariatan Terbaik, dan PPNPN Terbaik.

“Semua pegawai berkesempatan menjadi pegawai terbaik,” kata Kepala PA Penajam PPU Firdaus Muhammad.

Dia menjelaskan, pegawai terbaik terpilih harus memenuhi kriteria, yaitu pribadi dengan tingkat kedisiplinan terbaik, loyalitas terhadap PA Penajam, pribadi yang paling jujur, mampu bekerja sama secara profesional dengan mengesampingkan kepentingan pribadi, mudah diajak kerja sama dalam menyelesaikan pekerjaan, dan memiliki kreativitas tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan.

Setelah melalui proses pemilihan, keempat nama yang diumumkan menjadi pegawai terbaik diraih oleh para srikandi pegawai wanita. Dari unsur hakim, Umaeroh Nur Sabighoh, SH terpilih menjadi hakim terbaik. Dari unsur kepaniteraan, Yulinda Amd Kom terpilih menjadi yang terbaik.

Dari unsur kesekretariatan, Nurul Fitriani Amd Kom bertahan dalam prestasinya menjadi pegawai terbaik dan dari unsur tenaga kontrak atau pegawai pemerintah non-pegawai negeri sipil (PPNP), yang terpilih adalah Novayanti.

“Pemilihan pegawai terbaik ini bertujuan mengapresiasi atas kinerja para pegawai yang telah konsisten dan berkomitmen menjalankan tugasnya secara totalitas,” tutur Firdaus Muhammad.

Dia berharap, pemilihan pegawai terbaik ini dapat menginspirasi pegawai lainnya untuk turut berkontribusi secara maksimal dalam melayani masyarakat dan meningkatkan prestasi PA Penajam.

Tidak hanya pemilihan pegawai terbaik. Tahun 2022 ini PA Penajam juga menetapkan Iqbal Khairillah sebagai Agen Perubahan PA Penajam 2022. Penetapan tersebut berdasarkan hasil pemungutan suara secara online oleh seluruh pegawai.

Ketua PA Penajam mengumumkan suara terbanyak dan sekaligus secara resmi ditetapkan sebagai Agen Perubahan. Sebelumnya pimpinan telah memilih enam kandidat yang dianggap telah memenuhi kriteria Agen Perubahan. Kriteria tersebut terdiri atas kriteria umum dan kriteria khusus yang terdiri atas kejujuran, integritas kerja, loyalitas, kedisiplinan, dan profesionalisme.

Sepanjang 2021, penetapan Agen Perubahan sudah berlangsung tiga kali. Pada mulanya, Abdul Rahman Sidik ditetapkan sebagai Agen Perubahan. Namun karena yang bersangkutan dipromosikan sebagai panitera pengganti PA Nunukan, akhirnya diganti oleh Nur Triyono.

Tak lama berselang, Nur Triyono juga dimutasi sebagai hakim PA Tarakan. Terakhir, Agen Perubahan diamanatkan kepada Umaeroh Nur Sabighoh. (*/kri/k8)