Rencana pemerintah pusat dan Pertamina untuk distribusi bahan bakar minyak (BBM) hingga pelosok desa, mulai terealisasi di Paser. Pembangunan Pertashop di tiap kecamatan atau desa yang berminat, sudah berjalan. Bahkan, ada dua Pertashop sudah beroperasi di Paser.

TANA PASER–Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekkab Paser Ina Rosana mengatakan dari dua Pertashop tersebut, lokasinya di Kecamatan Muara Komam dan Long Ikis di Desa Sawit Jaya. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola.

“Untuk kecamatan dan desa lainnya masih kita inventarisasi datanya,” kata Ina seusai rapat TPID, Selasa (11/1).

Selain itu, keberadaan pertamini dan penjual BBM eceran akan diawasi pemerintah. Karena tidak ada izin perdagangannya untuk menjual kembali BBM eceran. Selama ini diakuinya pemerintah masih memberikan toleransi, di samping SOP keamanan tetap dijaga oleh penjual.

Ina berharap, dengan hadirnya Pertashop ini bakal membantu mengatasi kelangkaan BBM di pelosok. Menurut dia, selama ini kelangkaan BBM sangat memengaruhi harga bahan baku. Banyak truk pengangkut sembako mogok berangkat karena tidak ada BBM. “Akhirnya berdampak dengan harga pangan," tutur Ina.

Staf Ahli Bupati Paser Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Arief Rahman mengatakan, Pertashop merupakan unit usaha besar pasarnya meskipun hanya di tingkat desa.

“Modal awalnya hanya Rp 300–350 juta, ini legal langsung dari Pertamina. Yang terpenting akses truk tanki bisa masuk ke desa, bisa disetujui,” kata Arief. (jib/kri/k8)