Ditangkap satu, muncul lainnya. Kasus kirim foto alat kelamin via WhatsApp kepada lawan jenis kembali terjadi. Mirisnya, pelakunya terpelajar: seorang mahasiswa.

 

Tak menunggu lama setelah mendapatkan laporan dari seorang perempuan yang merasa dilecehkan, polisi bergerak cepat. Berinisial SB, perempuan yang kesehariannya sebagai konten kreator itu mengaku dikirimi foto kelamin oleh seorang pria via nomor WhatsApp (WA) miliknya.

Pria ini belakangan diketahui seorang mahasiswa perguruan tinggi di Balikpapan dengan inisial FF (21). Dia pede sekali memotret alat kelaminnya, kemudian dengan enteng dikirimkan ke SB.

“Padahal keduanya sebelumnya tidak saling mengenal,” terang Kasatreskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro, Senin (10/11).

Bergerak cepat, jajaran Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polresta Balikpapan pun mengamankan FF beberapa waktu lalu. Saat diamankan, tak ada perlawanan dari FF. Ia pasrah.

“Malam tahun baru kemarin, kita berhasil mengungkap tindak pidana penyebaran foto atau atau gambar unsur pornografi. Pelaku adalah oknum salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Balikpapan,” jelas Rengga.

Bagaimana FF bisa mendapatkan nomor WA SB? Dalam pemeriksaan FF mengakui awalnya ia mengetahui nomor korban dari sebuah aplikasi video. Kemudian melakukan percakapan via WA, dan ujung-ujungnya pelaku mengirimkan foto alat kelaminnya kepada korban.

Dikirim foto tersebut, SB merasa dilecehkan. Ia jelas keberatan, dan memilih melaporkan tindakan FF ke Polresta Balikpapan. Aksi FF tersebut sempat viral satu pekan terakhir di media sosial. “Dari situ, kita berhasil mengungkap identitas dan menangkap pelaku,” Rengga.

Selain pelaku, turut diamankan barang bukti satu unit handphone yang digunakan untuk mengirim gambar kelaminnya kepada korban. Serta dua lembar tangkapan layar gambar kemaluan pelaku yang dikirim ke korban. “Ada juga satu celana panjang yang digunakan pelaku saat beraksi,” kata Rengga.

Penyidik masih terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Sebab, masih ada indikasi korban lainnya. “Indikasi masih banyak korban lainnya. Namun, baru satu yang terungkap. Kemudian, untuk kejiwaannya sementara masih kita dalami. Sejauh ini dia mengaku khilaf,” imbuhnya. (aim/ms/k15)