Pihak sekolah, orangtua, bahkan puskesmas bekerja sama bahu-membahu menyukseskan proses PTM 100 persen.

 

BALIKPAPAN – Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen telah resmi berjalan di Balikpapan sejak Senin (10/1). Dari jenjang PAUD, SD, dan SMP baik negeri maupun swasta memulai pelaksanaan PTM 100 persen. Total ada 384 sekolah di Kota Beriman.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muhaimin melakukan pemantauan di beberapa sekolah, kemarin. Di antaranya SD 005 Balikpapan Kota dan SD 003 Balikpapan Tengah. Dia hadir bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty dan tim.

Muhaimin mengatakan, PTM 100 persen ini sesuai arahan SKB Empat Menteri. Tertuang aturan terkait syarat capaian vaksinasi dan status PPKM kota setempat. Dia menjelaskan, capaian vaksinasi di Balikpapan sudah memenuhi syarat untuk PTM 100 persen.

Misalnya, vaksinasi guru dan tenaga kependidikan sudah di atas 80 persen. Kemudian, vaksinasi lansia dan anak sudah lebih dari 50 persen. Sehingga, pihaknya tinggal mengikuti status PPKM. Kini, Balikpapan berada pada PPKM Level 1 dan beberapa hari terakhir juga tidak ada penambahan kasus.

“Jadi kalau kondisi seperti ini terus, kami optimistis bisa melaksanakan PTM 100 persen seterusnya sambil menunggu regulasi terbaru dari Kemendikbud,” sebutnya. Muhaimin menyebutkan, walau siswa sudah boleh masuk dengan kapasitas penuh. Namun, tetap diatur durasi dan waktu pelaksanaan kegiatan belajar.

Ada pun durasi pelajaran di sekolah untuk siswa SD kelas kecil selama 2 jam dari kondisi normalnya 3 jam. Selanjutnya, SD kelas besar selama 3 jam dari sebelumnya 5 jam. Sedangkan durasi belajar siswa SMP selama 4-6 jam dari kondisi normal selama 7 jam.

Berdasarkan pantauan kemarin, Muhaimin melihat sekolah sudah melaksanakan PTM dengan baik. Begitu pula siswa yang masuk sekolah menunjukkan semangat dan ceria. “Bagi siswa yang sakit atau siswa baru pulang dari luar kota, dalam surat edaran kami arahkan untuk tidak masuk sekolah dulu,” sebutnya.

Dia meyakini, secara keseluruhan sekolah sudah sangat siap untuk melaksanakan PTM 100 persen. Menurutnya, tidak ada pengamanan yang lebih ketat, semua masih seperti biasa. Hanya saja tinggal bagaimana sekolah mengatur durasi waktu kegiatan belajar.

“Kami minta orangtua juga mengantar dan menjemput. Jadi, memastikan anak dari rumah sehat dan pulang sekolah juga sehat,” ucapnya. Siswa tidak berkumpul atau bergerombol di sekolah, setelah kegiatan belajar mengajar selesai maka siswa langsung pulang ke rumah.

Rencananya, Disdikbud akan memantau pelaksanaan PTM di beberapa SMP pada hari ini, Selasa (11/1). “Walau mengatur siswa SMP lebih mudah karena usia siswa lebih besar. Tapi, kami tetap memantau dan sampling mencari sekolah kecil. Kemudian lanjut memantau PAUD pada Rabu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SD 003 Balikpapan Tengah Jaka Pramono menuturkan, pihaknya tetap melakukan sejumlah persiapan untuk pelaksanaan PTM 100 persen. Terutama soal protokol kesehatan, misalnya sekolah menyiapkan masker sebanyak 50 persen dari total siswa.

“Kami selalu siapkan karena sekolah juga ada SK untuk Gugus Tugas Covid-19 di sekolah. Apalagi sekolah kami tahun ini menyandang sebagai sekolah sehat se-Balikpapan,” ungkapnya. Guru juga senantiasa mengingatkan protokol kesehatan kepada siswa.

Puskesmas setempat sudah berkunjung membantu memonitor protokol kesehatan. Jam belajar siswa ada yang mulai pada pukul 07.30 Wita dan 08.00 Wita. “Anak-anak kami beri waktu istirahat juga. Mereka wajib bawa minum dan makan, terutama untuk kelas besar yang lebih lama di sekolah,” pungkasnya. (gel/ms/k15)