SANGATTA–Enam truk yang memuat kelapa sawit karam setelah kapal feri yang mengangkut, terbalik di perairan Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, (9/1) sekitar pukul 10.55 Wita. Insiden itu terjadi sesaat setelah kapal feri sandar di dermaga dan akan melakukan bongkar muat. Riswan, salah satu sopir truk yang berhasil selamat dalam tragedi itu mengatakan, kapal feri yang ditumpangi berlayar dari Dermaga Ronggang, Sangkulirang, sekitar pukul 06.30 Wita. Seluruh truk, kata dia, muatannya sama. Yaitu kelapa sawit.

“Setelah sampai di tujuan (pukul 10.55 Wita), kapal merapat dengan sempurna,” ujarnya. Setelah itu, satu truk berhasil keluar dari kapal. Ketika giliran truk yang kedua, kejadian tidak diinginkan pun terjadi. Sopir lambat mengemudikan truknya ke tengah kapal. Membuat truk lainnya yang berada di kapal, bergeser ke sisi kanan.

“Kemudian, terjadi kemiringan yang mengakibatkan kapal terbalik. Kami (sopir) langsung melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri,” jelasnya. Sementara itu, Danramil 0909-02/Sangkulirang Kapten Inf Imam Nawawi membenarkan kabar itu.

Dia memastikan, tidak ada korban dari kejadian itu. Seluruh sopir, anak buah kapal (ABK) dan nakhoda selamat setelah melompat ke sungai. “Kapalnya memang sedang bongkar muatan. Terdapat enam truk yang bermuatan kelapa sawit. Semuanya bermuatan penuh,” terangnya. Menurutnya, kecelakaan ini karena kelalaian. Ketika kapal feri berhasil sandar di dermaga, ABK seharusnya lebih dulu mengikat kapal dengan sempurna. Namun, hal itu tidak dilakukan. “Bagian lambung kiri kapal belum diikat, satu truknya justru sudah keluar. Terjadilah ketidakseimbangan. Bagian kiri kapal terangkat hingga akhirnya terbalik,” ungkapnya.

Hingga kemarin, upaya evakuasi terhadap truk yang tenggelam masih berlangsung. “Diperkirakan kerugian material mencapai Rp 500 juta,” pungkasnya. (dq/riz/k15)