SAMARINDA–Dinas Pertanahan Samarinda tengah menyusun dokumen penetapan lokasi (penlok) pembebasan lahan pembangunan sodetan Polder Barito di Kecamatan Loa Janan Ilir, yang mangkrak sejak 2013.

Targetnya, akhir Januari tim appraisal atau kantor jasa penilai publik (KJPP) sudah mulai menghitung nilai ganti rugi berdasarkan aturan yang berlaku. Selanjutnya pertengahan Februari tersebut bisa disampaikan kepada warga terdampak.

Kepala Bidang (Kabid) Keagrariaan Dinas Pertanahan Samarinda Yusdiansyah menjelaskan, pekerjaan pada segmen itu pihaknya mendapat kemudahan. Lantaran dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) hingga gambar ukur sudah dikerjakan tim Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR dan Pera) Kaltim pada 2021. Karena tidak selesai pada akhir 2021 lalu, atas arahan Wali Kota Samarinda Andi Harun, pemkot mengambil alih masalah sosial, tahun ini dianggarkan Rp 2,5 miliar untuk empat bidang tanah,” ucapnya.

Dia menjelaskan, Senin (10/1) pihaknya akan menandatangani perjanjian kerja dengan tim KJPP sembari menunggu SK penlok ditandatangani wali kota. Setelah terbit, KJPP bisa bekerja untuk menaksir nilai lahan di sana. Pertengahan Februari paling lambat selesai, dilanjutkan penyampaian nilai ganti rugi ke warga. Jika setuju, langsung dibayar,” ujarnya.

Yusdiansyah mengungkapkan, pembebasan lahan pada 2013 lalu dikerjakan olehnya, yang kala itu menjabat sebagai kasubbag Administrasi Perkotaan, Bagian Perkotaan, Pemkot Samarinda. Tetapi besar ganti rugi yang belum cocok dengan pemilik lahan, kemudian turut berdampak pada proyek pembangunan sodetan yang dikerjakan Dinas PU Kaltim mangkrak. Kami target menyelesaikan pembebasan lahan tahun ini,” singkatnya.

Sebelumnya, Andi Harun menggandeng bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR dan Pera Kaltim untuk melakukan normalisasi atau pengerukan dalam rangka menyelesaikan proyek pembangunan sodetan yang sempat terhenti. Harapannya, setelah sodetan berfungsi, aliran air buangan dari Polder Barito yang melintasi Perumahan Haji Saleh lebih cepat mengalir ke Sungai Loa Janan menuju Sungai Mahakam, sehingga kawasan Perumahan Haji Saleh dapat terbebas dari genangan. (dns/dra/k16)