Sepanjang 2021, di luar penyakit Covid-19, hipertensi menjadi penyakit yang mendominasi diidap warga Kota Minyak.

 

Kepala DKK Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, biasa yang mendominasi penyakit di Balikpapan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Memasuki akhir tahun kasus ISPA ini mengalami penurunan. Penurunan kasus ini dikarenakan masyarakat berperilaku sehat dengan menggunakan masker,” katanya.

Dari 10 penyakit yang kerap menjadi keluhan warga, dua penyakit yang masih tertinggi kasusnya di Balikpapan di antaranya hipertensi dan ISPA.

Perempuan yang akrab disapa Dio itu menyebut, untuk penggunaan masker bukan hanya mencegah penularan Covid-19, ternyata pihaknya menganalisis dapat menurunkan kasus penyakit ISPA.

Sementara itu, penyakit tidak menular seperti jantung, hipertensi, termasuk strok mulai dilakukan pengendalian. Sebenarnya, pada dua tahun lalu pencegahan penyakit ini dilakukan dengan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Mengingat pandemi, sehingga sulit untuk melaksanakan program-program terkait pencegahan. Selain itu, selama pandemi, jumlah pasien dari penyakit di luar Covid-19 mengalami penurunan.

Sebab, masyarakat khawatir untuk memeriksakan penyakit yang dideritanya. "Mereka khawatir malah dapat covid di rumah sakit. Tapi nakes semua sudah divaksin ketiga, jadi tidak perlu khawatir," tegasnya.

Meski tinggi, grafik penyakit hipertensi ini menurun. Di 2019 untuk hipertensi kasus baru sebanyak 23.997 dan kasus lama 68.569. Sedangkan tahun berikutnya, penyakit hipertensi 24.927 untuk kasus baru dan 38.041 kasus lama.  Tahun ini pun dikatakannya menurun, namun menjadi nomor satu. (aji/rdh/k16)