Balikpapan masih kekurangan air baku sekitar 347 liter per detik hingga harus mencari sumber lain.

 

BALIKPAPAN - Tim seleksi Direksi PDAM Balikpapan akan segera dibentuk. Namun, pemkot sudah memiliki rencana yang bisa dijalankan. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menyusun tim seleksi.

Tim seleksi tersebut akan bekerja sesuai persyaratan yang tertera dalam aturan. “Segera mungkin akan kami bentuk. Awal tahun ini tim seleksi terbentuk dan bisa mulai membuka lelang jabatan direksi yang kosong,” ujarnya.

Tentu beberapa program diharapkan bisa jalan. Pihaknya akan mendorong kajian ulang rencana penyulingan atau desalinasi air laut menjadi air tawar untuk memenuhi kebutuhan air baku PDAM.

Di samping itu, rencana mengambil air baku dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sebab, pemerintah tengah membangun Bendungan Sepaku Semoi di kawasan ibu kota negara (IKN).

“Termasuk kerja sama dengan PPU yang punya sumber air di sana juga kita cermati,” katanya.

Salah satu yang menjadi pertimbangan secara ekonomis menyangkut pembiayaan. Mengingat keterbatasan anggaran. Termasuk apakah menguntungkan atau tidak.

“Nanti saya cermati dulu, apakah ini menguntungkan dan tidak merugikan masyarakat terutama dari daya belinya,” imbuhnya. Sebagai informasi, Balikpapan masih kekurangan air baku sekitar 347 liter per detik.

Sejauh ini air baku yang tersedia dari Waduk Manggar hanya sekitar 1.034 per detik, lalu Bendungan Tritip sekitar 80 liter per detik dan sejumlah sumur bor sekitar 217 liter per detik.

Karena itu salah satu yang kini tengah dibenahi jabatan Direktur Umum (Dirut) dan Direktur Teknis (Dirtek) PDAM. “Kami mencari figur yang tepat mengisi jabatan itu,” bebernya.

Khususnya untuk meningkatkan infrastruktur PDAM dan meningkatkan pelayanan khususnya bagi masyarakat yang selama ini kerap mengeluhkan belum menikmati air bersih.

Sebelumnya, dirtek dan dirut PDAM Tirta Manggar dicopot. Pemkot ingin memastikan kebutuhan air masyarakat bisa terjamin. (aji/rdh/k16)