BALIKPAPAN – Sejak lama pedagang Pasar Klandasan menginginkan renovasi, khususnya mereka yang berjualan di area pasar basah. Namun, keinginan Pemkot Balikpapan untuk merealisasikannya terhambat keterbatasan anggaran.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyebut, sudah mengetahui dan mendengar langsung keinginan pedagang Pasar Klandasan itu. Tepatnya setelah berjumpa dengan pedagang saat melakukan sidak akhir tahun. Dia pun akhirnya membawa angin segar. Renovasi pasar yang berlokasi di Balikpapan Kota tersebut bisa terwujud pada tahun ini.

“Insyaallah tahun ini melalui Dinas Perdagangan akan diadakan renovasi pasar,” ungkapnya.

Rahmad menambahkan, fasilitas umum seperti pasar yang nyaman juga tanggung jawab pemerintah. Menurutnya renovasi pasar nanti merupakan bagian dari salah satu program pemerintah. "Terutama untuk mewujudkan masyarakat agar mendapatkan haknya dengan baik,” katanya.

Meski dia belum menjelaskan rinci berapa besar anggaran yang tersedia untuk renovasi Pasar Klandasan, dia meyakini renovasi bisa mulai berjalan tahun ini. Sebagai informasi, Dinas Perdagangan memiliki misi besar meningkatkan daya saing pasar rakyat agar tidak kalah rapi dan bersih dari pasar modern.

Rencananya Dinas Perdagangan akan melakukan revitalisasi di seluruh pasar rakyat secara bertahap. Kepala Dinas Perdagangan Arzaedi Rachman menuturkan, pasar rakyat di Kota Minyak tak hanya perlu rehabilitasi, tapi juga membutuhkan revitalisasi atau membangun pasar.

Pihaknya berencana membangun pasar berstatus Standar Nasional Indonesia (SNI). Terdapat 44 kriteria syarat yang harus dilengkapi untuk mendapat kategori pasar SNI. Pasar Klandasan akan menjadi pasar pertama yang mendapat sentuhan perbaikan tersebut. Dia sudah berkonsultasi dengan sekretaris daerah.

“Saran dari sekda perbaikan sudah sulit dan secara konstruksi tidak memungkinkan. Itu harus dibangun ulang, makanya perlu revitalisasi,” tuturnya. Pihaknya telah memulai dengan detail engineering design (DED) revitalisasi. Kemudian menyiapkan DED untuk tempat penampungan sementara.

Targetnya setiap tahun akan ada satu pasar yang mendapat revitalisasi. “Kebutuhan biaya sekitar Rp 12–20 miliar di setiap pasar. Tergantung luasan lokasi pasar dan jumlah pedagang,” ungkapnya. Jika bangunan baru telah rampung, Dinas Perdagangan mulai menata zonasi dan peraturan secara ketat. (gel/rdh/k16)