Rute baru jalur laut menggunakan speedboat dari Samarinda ke Kutai Barat (Kubar) mulai digandrungi masyarakat. Sebab, selain lebih nyaman, juga efisien dari segi waktu tempuh.

 

UNTUK sampai ke Kota Beradat itu cukup ditempuh enam jam. Itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan Samarinda Teguh Setiawardhana, Jumat (7/1). Dikatakan, sejak Oktober, mereka telah melakukan uji coba membuka rute dari Kota Tepian ke Kubar. Namun karena sebaran virus corona masih tinggi kala itu membuat peminatnya sedikit.

“Saat ini kan Covid-19 sudah landai dan memang sudah jadi primadona. Karena lebih nyaman ketimbang lewat taksi darat yang memakan waktu 11 jam, apalagi kondisi jalan rusak seperti sekarang,” katanya.

Diungkapkan, untuk penumpang yang ingin ke Kubar menggunakan jalur laut cukup merogoh kocek Rp 400 ribu. Perjalanan selama enam jam termasuk waktu istirahat satu jam di Kota Bangun.

“Biasanya berangkat pukul 09.00 Wita sampai di Kubar sehabis tengah hari. Memang untuk efisiensi waktu sangat bagus sekali. Banyak pejabat dan pegawai yang memilih jalur laut,” sambungnya.

Teguh membeberkan, ada enam speedboat milik swasta yang rutenya ke Kubar. Saat ini keberangkatan biasanya di Kamis hingga Minggu. “Untuk keselamatan pelayaran kewenangan kami, ada asuransi, penumpang disiapkan life jacket, ring boy (pelampung bulat), APAR (alat pemadam api ringan), dan radio komunikasi. Speedboatjuga dilengkapi jangkar, sehingga tidak akan terombang-ambing ketika ada gangguan mesin,” urainya.

Untuk keberangkatan speedboat sendiri biasanya dimulai dari Dermaga Mahakam Hilir, Samarinda. Kemudian di Pelabuhan Melak. Untuk penumpang speedboat satu mesin maksimal 15–20 orang, sementara yang dua mesin muat 30 penumpang karena agak lebar.

“Tapi biasanya penumpang paling banyak 15–17 orang sekali keberangkatan dari Samarinda,” ungkap pria ramah tersebut. (asp/kri/k8)