SAMARINDA–Polresta Samarinda terus mengikuti perkembangan harga beberapa bahan pokok di Kota Tepian. Satuan tugas pangan di Unit Reserse Kriminal Ekonomi Khusus (Eksus) telah melakukan pengawasan di lapangan.

Soal perdagangan dan distribusi pun sejauh ini dianggap masih wajar. Kanit Eksus Iptu Reno Chandra Wibowo menerangkan, timnya telah melakukan pengecekan harga bahan pokok penting sejak jelang Natal dan tahun baru. Mereka memantau pergerakan harga di pasaran.

“Mulai pengecekan harga, pendistribusian apakah ada kendala di distribusi, kemudian apakah ada penimbunan,” paparnya. Acuan kewajaran harga sendiri diklaim telah ditetapkan oleh kementerian perdagangan. Sehingga menjadi dasar mereka dalam melihat kondisi di lapangan.

“Sejauh ini masih wajar dan harga yang ditetapkan pusat masih sama. Ada kenaikan tiap bulannya karena faktor cuaca. Terlebih saat ini gelombang sedang tinggi,” sebutnya.

Dia menyebut, karena tingginya gelombang membuat distribusi barang memerlukan waktu yang lebih panjang. Namun, kenaikan harga terus mereka pantau bekerja sama dengan Dinas Perdagangan.

“Iya, kami selalu koordinasi dengan Dinas Perdagangan juga distributor,” imbuhnya. Ketika ada barang yang naiknya tidak wajar, diklaim bakal mudah terdeteksi. Ya, ketika ada barang yang melambung tinggi tiba-tiba sementara distribusi lancar maka patut dicurigai.

“Misalnya awal harga barang adalah Rp 10 ribu, kemudian menjadi Rp 40 ribu, itu baru ditelusuri. Karena permainan harga yang menyulitkan masyarakat bisa ditindak sesuai undang-undang yang berlaku,” tegasnya. (asp/kri/k8)