Stadion Panglima Sentik Penajam Paser Utara  (PPU) di Jalan Propinsi Km 9 Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU, yang dibangun pada 2006 itu kini tidak terawat, dan rusak cukup parah. 



PENAJAM-Sudah beberapa tahun terakhir ini ruang terbuka hijau di stadion itu tidak terurus. Kemudian, ruangan stadion yang kini ditempati Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) PPU dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) PPU untuk berkantor, tampak kumuh dan rusak.

Terdapat sejumlah titik plafon pada stadion kebanggaan masyarakat PPU itu jebol. Apabila turun hujan lantai ruangan jadi tergenang oleh air hujan yang menerobos lewat plafon yang jebol itu. Setiap kali hujan, pegawai Satpol PP PPU sibuk menyiapkan ember untuk menadah air hujan, di antaranya, di depan ruang kerja Sekretaris Satpol PP PPU Arifin Damis. Air hujan yang menyebabkan lantai ruang stadion jadi licin juga tampak tersebar hingga di lantai dekat pintu masuk ke ruang kerja Ketua KONI PPU Salehuddin. Tak hanya itu, air hujan juga menggenangi tribune, ditambah toilet yang tak terawat, panel listrik tak terurus, dan jalan lingkungan yang rumputnya tumbuh liar. 

Ketua KONI PPU Salehuddin saat dihubungi media ini, kemarin, membenarkan apabila Stadion Panglima Sentik PPU rusak berat. Faktanya memang seperti itu,” kata Ketua KONI PPU Salehuddin.  Ia mengatakan, KONI PPU sudah mengusulkan alokasi anggaran perbaikan melalui APBN pos Kementerian Pemuda dan Olahraga. KONI satu-satunya organisasi berwenang dan bertanggung jawab mengelola, membina, mengembangkan dan mengoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan olahraga prestasi setiap anggota, khususnya di PPU. Karena itu pula diperlukan dukungan sarana dan prasarana stadion yang representatif dan memadai,” katanya.

Dikatakannya, berdasarkan Pasal 67 Ayat 2 UU 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional menyebutkan, pemerintah dan pemerintah daerah menjamin ketersediaan prasarana olahraga sesuai standar dan kebutuhan pemerintah dan pemerintah daerah. Hal itu, ujarnya, diperkuat Perpres  12/ 2014 tentang Tata Cara Penetapan Prasarana Olahraga. Dengan demikian, kata dia, pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab atas proses perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan dan pengawasan pembangunan prasarana keolahragaan. 
Dibeberkannya, keberadaan Stadion Panglima Sentik sangatlah dibutuhkan. 

Apalagi, banyaknya anak muda berpotensi pada bidang olahraga dan memerlukan dukungan. Khususnya, dukungan materil untuk memfasilitasi kegiatan mereka di bidang olahraga. Terlebih lagi, lanjutnya, penyediaan prasarana olahraga untuk meningkatkan kemampuan dan potensi olahragawan dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa, menyusul  rencana Bumi Benuo Taka sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII tahun 2026. 

Saat ditanya berapa anggaran yang diusulkan ke pemerintah pusat, Salehuddin menyebut angka Rp 143,5 miliar. Jumlah tersebut sudah dihitung tenaga konsultan, dan akan digunakan untuk biaya pembangunan, pembenahan, perawatan serta perbaikan dengan rincian  perbaikan dan rehabilitasi atap tribune stadion, plafon dalam ruangan, elektrikal dan mekanikal, tribune terbuka, dan jalan lingkungan stadion.(ari/far/k15)