TENGGARONG - Bertani sawah di Jonggon Jaya, kini tak lagi menjanjikan. Alih-alih untung, bisa kembali modal saja petani sudah bersyukur. Hal itulah yang dirasakan kebanyakan petani di Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kukar.

Kebanyakan petani kini membiarkan sawahnya menjadi lahan mati ketimbang menanam padi tapi merugi. Salah seorang petani yang kini mulai putus asa menggarap sawahnya adalah Rebo. Ya, sudah empat tahun terakhir Rebo tidak pernah merasakan lagi panen raya.

Sebelumnya, dia bisa menghasilkan padi 3–4 ton setiap kali panen. Namun, sekarang untuk mendapatkan 10 karung padi dari belasan petak sawah miliknya sangat sulit.

Salah satu penyebab utama gagal panen di Jonggon Jaya adalah faktor cuaca yang tidak bisa ditebak. Hanya dalam hitungan hari tidak diguyur hujan, sawah mengering. Pun sebaliknya, ketika diguyur hujan deras sehari saja, padi terendam banjir.

“Jadi kita ini serbasalah. Kalau panas juga padi tumbuhnya tidak bagus, tapi kalau hujan sampai banjir, padi juga bisa busuk,” terang Rebo ditemui Kaltim Post di sawah miliknya, kemarin.

Penyebab lainnya adalah hama tikus yang belakangan menjadi musuh besar para petani di Jonggon Jaya. “Kalau cuaca bagus, musuh lainnya adalah tikus,” imbuh Rebo.

Hingga saat ini, Rebo belum membajak sawah miliknya. Dia memilih untuk melihat situasi serta modal. “Belum berani tanam padi sekarang, karena cuacanya tidak terduga. Selain itu, keterbatasan modal saya untuk membeli bibit dan obat-obatan jadi sebab saya belum menanam padi,” terang dia.

Untuk menopang keperluan sehari-hari, Rebo saat ini memilih menanam sayuran di ladang yang tak jauh dari sawahnya. Bahkan Rebo mencoba menanam genjer di salah satu petak sawah miliknya dengan harapan bisa menghasilkan pundi rupiah. “Sekarang mengerjakan yang bisa dikerjakan saja. Tanam sayur sambil memelihara sapi,” kata dia.

Rebo berharap pemerintah bisa memberikan perhatian kepada petani sawah di Jonggon Jaya. Mencarikan solusi untuk permasalahan tersebut menjadi harapan semua petani yang ada di Jonggon.

Sejauh ini ada beberapa irigasi yang coba dibangun. Namun, hal itu belum mampu membawa dampak signifikan bagi petani sawah. “Semoga ada bantuan bibit dan obat-obatan dan langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan gagal panen di Jonggon Jaya,” tutup Rebo. (don/kri/k16)