Mantan rider MotoGP Danilo Petrucci berhasil menjuarai etape kelima Reli Dakar. Hasil tersebut membuatnya menjadi rider pertama di dunia yang bisa meraih gelar juara MotoGP dan etape di Reli Dakar.

“Aku benar-benar bahagia. Aku sampai tidak bisa berkata apa-apa. Sulit kupercaya. Karena pada saat aku masih remaja aku selalu ingin menorehkan sejarah di dunia motorsport. Dan hari ini (kemarin) aku berhasil mewujudkannya,” jelas dia.

Sejatinya juara dua kali balapan MotoGP tersebut finis kedua pada etape tersebut. Namun sang pemenang etape, Toby Price, dianulir kemenangannya karena dijatuhi penalti. Itu karena dia melanggar kecepatan maksimal atau speeding. Penalti 6 menit membuat posisinya merosot ke urutan keenam. Petrucci yang finis kedua dengan gap 4 menit 14 detik dipromosikan menjadi juara etape 5.

Meski begitu, jalan untuk meraih gelar tersebut bukan tanpa aral. Dia menceritakan pengalaman hampir membunuh seekor unta berukuran besar yang membuatnya mengalami kecelakaan pada balapan tersebut. ”Aku ingin membunuh unta yang aku temui setelah tikungan itu. Tapi di sini (Arab Saudi) mereka (masyarakat) menganggap unta lebih penting daripada perempuan,” terangnya.

”Jika Anda berpikir itu adalah unta kecil, itu salah. Untanya sangat besar. Lalu aku merasa sedikit pusing karena kecelakaan lumayan keras, karena aku terlempar dan terguling-guling di atas pasir berkali-kali,” ungkapnya.

”Aku sempat berpikir tentang unta tersebut. Tapi terlintas di pikirkanku aku harus menyelesaikan etape ini karena aku bermasalah dengan celanaku. Celana balapku rusak terkoyak, jadi aku selalu menaikkan celanaku sepanjang etape,” tambahnya. (jpc/ndy/k8)