Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mulai menyebarkan informasi soal vaksinasi ketiga atau booster kepada masyarakat.

 

BALIKPAPAN - Kabarnya vaksinasi booster akan berjalan mulai 12 Januari mendatang. Ada pun sasaran vaksin booster rencananya diberikan kepada masyarakat berusia di atas 18 tahun. Khususnya yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua lebih dari 6 bulan lalu.

Dalam unggahan Instagram @kemenkominfo, tertera bahwa program ini diprioritaskan pada kabupaten/kota yang capaian vaksinasi sudah 70 persen untuk dosis 1. Serta capaian minimal 60 persen untuk dosis 2. Setidaknya ada 21 juta orang sasaran program vaksin booster selama Januari.

Pemerintah telah mengamankan 113 juta dosis stok vaksin booster per 3 Januari. Sedangkan untuk jenis vaksin yang akan digunakan untuk booster menunggu rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan BPOM.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty menuturkan, sejauh ini belum ada perintah maupun surat edaran dari menteri Kesehatan. Sehingga pihaknya belum bisa berkomentar karena semua teknis akan diatur dalam surat edaran.

Termasuk daerah mana saja yang sudah bisa melaksanakan vaksin booster beserta sasarannya. Semua itu akan tertuang dalam surat edaran. "Mungkin diutamakan dari masyarakat rentan seperti lansia dulu sama seperti tahapan vaksin sebelumnya," ujarnya.

Namun soal vaksin booster akan berbayar atau gratis, dia pun belum mengetahui. Pihaknya saat ini hanya menunggu surat edaran menteri kesehatan karena sejauh ini belum ada informasi resmi dari pusat soal vaksin booster.

"Kalau ada surat edaran pasti akan keluar secara nasional. Karena nanti teknisnya diatur dalam surat edaran menteri," ungkapnya. Menurutnya mungkin akan dimulai secara bertahap pada sasaran yang rentan dulu seperti lansia.

Dio menambahkan, nantinya tidak akan sulit untuk melakukan vaksin booster karena datanya sudah dalam aplikasi PCARE. Sehingga pemerintah tinggal membuka saja data tersebut. Apalagi pihaknya sudah ada pengalaman vaksin ketiga kepada lebih dari 100 ribu tenaga kesehatan.

"Jadi ada pengalaman, tinggal pusat membuka aplikasinya untuk status open," katanya. Dia menyebutkan, jika mau menggunakan dosis ketiga harus ada e-tiket. Walau sekarang masyarakat minta dosis ketiga masih tidak bisa karena aplikasinya juga belum terbuka. (gel/rdh)