Geliat perekonomian pada awal 2022 mulai menunjukkan tren positif. Begitu pula kasus Covid-19 masih melandai. Membuat sejumlah event kembali digelar. Angin segar dunia perhotelan.

 

ULIL MUA'WANNAH, Balikpapan

 

TAHUN 2022 diharapkan jadi titik balik bagi dunia perhotelan untuk bangkit. Di mana nyaris dua tahun pagebluk Covid-19 benar-benar membuat bisnis itu terpuruk. Kini, event-event mulai kembali digelar. Tak hanya rapat dan pernikahan, event-event berskala besar juga bisa digelar. Yang penting penerapan protokol kesehatan tidak boleh dilupakan.

“Jadi, akhir 2021 dan diawali 2022 okupansi hotel sudah kembali normal terutama untuk hotel berbintang tiga ke atas. Masih ada beberapa yang memang belum pulih sepenuhnya. Tapi dengan kondisi sekarang, kami liat perekonomian sudah mulai berjalan. Sejumlah kegiatan dilakukan pemerintahan maupun swasta, itu berdampak positif ke perhotelan,” ucap Sahmal Hurip, ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan.

Nah, memeriahkan HUT ke-125 Balikpapan pada 10 Februari mendatang, berbagai event akan digelar oleh pemerintah. Termasuk Badan Promosi Pariwisata Balikpapan pun akan menggelar Balikpapan Great Sale. Terkait itu, Sahmal berharap event tersebut mampu menarik minat masyarakat dari luar kota datang ke Kota Minyak.

“Paling tidak dengan mereka menginap sehari atau dua hari, pastinya mereka akan berbelanja di sini. Sehingga, baik hotel, mal maupun UMKM juga bisa mendapat pemasukan tambahan,” ujarnya.

Dia belum memiliki data resmi terkait pertumbuhan pasti dari sisi okupansi hotel. Namun, dia berharap tahun ini angka keterisian hotel bisa lebih baik dibandingkan dua tahun sebelumnya 2020-2021. “Kami harap bisa kembali normal, 50 hingga 70 persen setidaknya,” harap Sahmal.

Insan perhotelan turut menyambut baik event Balikpapan Great Sale. Menurut Wakil Ketua DPD Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltim Zuwaini kegiatan spektakuler itu didukung banyak pihak termasuk pemerintah sendiri.

Dikatakan, semua stakeholder bisa terlibat langsung. Misalnya para pelaku perjalanan bisa menawarkan paket city tour murah, diskon maupun hadiah baik dari hotel, pelaku usaha kecil menengah dan mikro (UMKM), ataupun para pelaku hiburan lain bisa bergerak bersama.

“Tujuan utamanya ialah attracting people buat datang ke Balikpapan. Semua mal, hotel, dan UMKM dilibatkan. Selama periode event tersebut kami memberikan diskon up to 70 persen,” ucapnya. Sebanyak 7 mal dan 55 hotel berpartisipasi di kegiatan itu.

Selain itu, diharapkan pihak Angkasa Pura bisa membantu branding serta sounding ke seluruh bandara yang ada terkait kegiatan Balikpapan Great Sale serta tagline Ayo ke Balikpapan agar memicu orang untuk penasaran serta datang langsung ke Kota Minyak.

Dengan kerja sama semua pihak, dia meyakini Balikpapan Great Sale mampu menjadi event tahunan yang bisa memberikan kontribusi besar terhadap kehidupan perekonomian masyarakat. Sehingga, proses pemulihan setelah dua tahun terakhir akibat pandemi bisa segera terwujud.

Apalagi dengan total hadiah yang diberikan mencapai Rp 300 juta. Periode itu akan berlangsung mulai 10 Februari hingga 10 Maret mendatang. Cukup dengan berbelanja dengan kelipatan Rp 100 ribu bisa mendapatkan satu kupon undian.

“Biar masyarakat di luar daerah juga datang, kegiatan ini harus digelar rutin. Sehingga, mereka hafal setiap Februari ada diskon besar dan hadiah. Dan khusus warga Balikpapan yang menginap di hotel juga bisa mendapatkan satu tambahan kupon undian sebagai bentuk apresiasi dari kami,” tuturnya.

Di samping itu, semua hotel pada akhir 2021, kata Zuwaini, ditutup dengan sangat manis. Okupansi terkerek naik. Namun, biasanya pada Februari pihak hotel akan mengalami siklus penurunan okupansi. Sehingga, melalui Balikpapan Great Sale bisa mendorong dan menjaga okupansi. (lil/rom/k15)