Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim telah mengeluarkan surat edaran. Mengenai imbauan untuk segera melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Mulai 4 Januari lalu. Aturan itu termaktub dalam surat bernomor 421.3/030/Disdikbud.III/2022.

 Meski demikian, sejumlah sekolah justru menunda memulai PTM terbatas. SMA 1 Bontang misalnya bakal akan melaksanakan skema itu pada 10 Januari mendatang. Kepala SMA 1 Sumariyah mengatakan, pertimbangannya menyangkut kondisi pelajar. Sebab, pasca-libur semester ada kemungkinan siswa melakukan perjalanan ke luar daerah. “Libur Natal dan tahun baru sekolah tentu tidak mengetahui pelajar pergi ke mana saja. Kalau ditunda sepekan maka sudah lewat masa inkubasinya,” kata Sumariyah.

Selain itu, sekolah juga mematangkan sarana prokes. Mulai dari pengaturan bangku dan alur siswa. Nantinya, kapasitas tiap kelas akan diisi 100 persen. Dengan durasi maksimal enam mata pelajaran. Jumlah ini susut dibandingkan jam normal. Sebab, tiap hari siswa menempuh 8 jam pelajaran. “Normalnya satu jam itu durasinya 45 menit. Tetapi, saat PTM terbatas nanti hanya 30 menit,” ucapnya.

Sehingga, pembelajaran akan berakhir pada pukul 13.00 Wita saat PTM terbatas mendatang. Ketentuan lainnya, sekolah tidak akan menggelar salat Zuhur berjamaah. Mengenai teknis kedatangan tidak ada pengaturan. Sebab, siswa datangnya tentu tidak bersamaan. Tetapi, sekolah merancang mengenai jam pulang. Tiap jenjang akan diberi jeda 15 menit. Supaya tidak ada penumpukan di gerbang sekolah.

“Durasi itu akan diisi literasi, pembinaan wali kelas, atau pengembangan profesi. Nanti akan diatur sekolah. Sifatnya gantian,” tutur dia. SMK 1 juga akan memulai PTM terbatas pada 10 Januari mendatang. Kepala SMK 1 Kasman Purba mengatakan waktu yang tersisa digunakan untuk sosialisasi terkait skema itu. Pasalnya, hampir dua tahun siswa tidak beraktivitas di sekolah.

“Tentu perlu pendahuluan. Mendatangkan langsung 1.380 siswa sekaligus tentu berisiko. Karena kami belum tahu kondisinya,” ujarnya. Kemarin, sosialisasi diperuntukkan bagi kelas XII dan XIII. Dengan jumlah siswa sekira 400. Selanjutnya, giliran kelas XI pada hari ini menyasar sekira 450 siswa. Jumat (7/1) menjadi jatah kelas X. Kegiatan ini bakal dilakukan di lapangan upacara. Durasinya per hari selama dua jam. Mulai 08.00 hingga 10.00 Wita.

“Bentuknya ini terkait prokes dan perkenalan guru dan wali kelasnya. Sebab, selama ini tidak pernah bertemu,” terangnya. PTM terbatas nantinya tiap siswa akan menerima materi hingga 12.00 Wita. Satu jam pelajaran berdurasi 25 menit. (pro)