TANA PASER–Permasalahan pembagian plasma masyarakat milik PT Sinar Alam Niaga Raya di Kecamatan Batu Engau, Desa Bai Jaya, sampai ke legislatif. Rapat dengar pendapat (RDP) pertama kalinya digelar di DPRD Paser pada 2022 ini.

Warga sekaligus petani Desa Bai Jaya Jumain mengeluhkan pembagian jatah plasma milik perusahaan yang harusnya diberikan kepada masyarakat. Namun, SK Bupati yang menerbitkan jatah plasma tersebut, tidak ada nama kelompok taninya.

“Padahal berkas persyaratan kami sudah lengkap. Tapi tidak ada satu pun nama anggota kami di SK bupati tersebut,” kata Jumain, Selasa (4/1).

Dia menuding, ada indikasi permainan perusahaan dan koperasi. Bahkan ada nama yang ganda di SK penerima. Manager PT Sinar Alam Niaga Raya Muhammad Amir mengatakan, kelompok yang belum menerima plasma, ialah yang belum melengkapi persyaratan.

Salah satunya, wajib vaksin dua kali. Sebagian petani di areal perkebunan sudah mendapatkan haknya. Dia juga menyebut, kemitraan kali ini tidak harus tiap petani mendapatkan 2 hektare.

“Untuk lahan yang akan diberikan totalnya 261 hektare. Kelompok tani Pa Jumain mendapatkan 154 hektare,” kata Amir.

Sementara itu, Kepala Desa Bai Jaya Riduan mengatakan, petani yang belum menerima jatah plasma karena belum melengkapi persyaratan yang diberikan oleh pihak desa. Menurut dia, permasalahan seperti ini seharusnya bisa diselesaikan di tingkat desa dan kecamatan. “Janganlah bapak melangkahi desa, langsung ke DPRD,” kata Ridwan.

Wakil Ketua DPRD Paser Fadly Imawan menilai, permasalahan yang dibahas kali ini, sudah jelas titik terangnya. Bagi petani yang belum melengkapi persyaratan, segera melaporkan ke desa dan pihak perusahaan. Dia juga berpesan perusahaan agar bisa menyelesaikan tuntutan petani yang memang haknya.

“Apalagi ini grup perusahaan besar, lahan seperti ini tidak seberapa pastinya,” ujar Fadly Imawan. (jib/kri/k8)