TANA PASER–Akibat status lahan yang belum klir dan pembayaran ke ahli waris belum selesai, siswa SMK 3 Tanah Grogot akan diungsikan ke sejumlah sekolah. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Wilayah Cabang V Disdikbud Kaltim yang mengurusi SMA/SMK di Kabupaten Paser Amein Sukarmin.

Dia sudah menggelar rapat dengar sejumlah kepala sekolah SMK dan SMA di Paser. Para murid akan dipindahkan ke beberapa sekolah sesuai kebutuhan, dengan sesuai kejuruan. “Karena untuk alat praktik, harus di sekolah yang memiliki perlengkapan praktik,” kata Sukarmin, belum lama ini.

Ada lima sekolah yang akan menerima siswa SMK 3 Tanah Grogot di Paser. Namun, untuk kelas yang belajar online, tidak perlu masuk. Cuma beberapa kejuaraan yang harus praktik. Selain itu, pihak sekolah dan Pemprov Kaltim, sudah bulat segera mempersiapkan kepindahan SMK 3 Tanah Grogot ke lahan baru seluas 5 hektare.

Menurut dia, sudah disiapkan lahan hibah di Desa Jone, Kecamatan Tanah Grogot. Tinggal menunggu surat hibahnya dari daerah ke provinsi, maka akan dimulai proses pembangunannya. Tahun ini rencananya dibersihkan lahannya dan perencanaan, lalu dianggarkan pada APBD Kaltim 2023 sebesar Rp 30 miliar.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMK 3 Tanah Grogot Pamuji mengatakan, pada 4 Januari 2021, para siswa sudah masuk. Namun, belum menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM). “Hari ini hanya apel dan perkenalkan. Besok rencananya sudah mulai belajar,” kata Pamuji, Selasa (4/1).

Ditanya terkait kepindahan, dia membenarkan kabar tersebut. Sudah ada sejumlah sekolah disiapkan untuk beberapa kejuruan. Tinggal menunggu instruksi dari dinas pindah. (jib/kri/k8)