Kondisi jalan poros antara Sangatta-Simpang Perdau, di Kutai Timur, sangat memprihatinkan. Penuh lubang. Di beberapa titik bahkan ditemukan penurunan badan jalan yang sangat membahayakan pengguna jalan.

 

 

SANGATTA - Banyak kendaraan memilih mengambil jalur berlawanan untuk menghindari titik-titik yang rusak di jalur Sangatta – Simpang Perdau. Kerusakan tidak hanya terjadi pada jalan lurus, tapi di persimpangan hingga tanjakan. Kondisi ini harus segera diberikan penanganan. Mengingat, pengendara yang melintasi rute itu kerap memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Menanggapi hal ini, Kasatker Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Kaltim Andre memastikan, tahun ini pihaknya memiliki paket single years perbaikan jalan rusak di poros Bontang-Sangatta-Simpang Perdau. “Anggaran Rp 35 miliar, dengan panjang 98 kilometer. Konsentrasi kami memang di daerah Sangatta hingga Simpang Perdau,” katanya.

Sebab, ruas jalan itu memang belum ditangani secara maksimal. Pasalnya, akan ada pengalihan status jalan. Makanya penanganan yang diberikan bersifat sementara. Kendati demikian, sekarang pihaknya sedang persiapan kontrak untuk pekerjaannya.

“Proses lelang sudah berlangsung. Kemungkinan pekan depan mulai bekerja. Kami berupaya selamatkan jalannya dulu,” jelasnya.

Sedangkan pada akhir tahun, akan ada paket multi years contract (MYC) Rp 200 miliar. Khusus penanganan longsor di ruas jalan poros Bontang-Sangatta-Simpang Perdau. Pihaknya akan memberikan penanganan secara permanen terhadap semua titik longsor.

“Anggaran tahun lalu terbatas, hanya  Rp 14 miliar. Itu untuk menyelesaikan satu titik longsor saja. Sekarang masih ada enam titik lagi. Sudah kami berikan rambu peringatan lalu lintas,” akunya.

Sedangkan untuk longsoran, akan ditangani dengan dinding penahan tanah. Konstruksi pondasi jenis bor pile yang akan digunakan. “Memang di sana banyak terjadi longsor. Makanya menjadi fokus penanganan kami. Yang jelas, pelan-pelan akan kami benahi,” pungkasnya. (dq/ind)