PENAJAM-Ratusan pedagang yang sebelumnya menempati petak atau kios di lokasi Pasar Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) yang becek dan tidak tertata, kini berpindah ke bangunan baru Pasar Rakyat Babulu semimodern. Terdapat 540 kios dan los yang siap ditempati pedagang yang peresmiannya dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU Muliadi ditandai dengan pengguntingan pita, Senin (3/1).

Lokasi Pasar Babulu Darat yang lama dengan letak Pasar Rakyat Babulu yang diresmikan kemarin hanya berjarak ratusan meter. Letak pasar yang baru ini tepat di belakang puskesmas Babulu yang dihubungkan dua jalur jalan yang tersedia. Pedagang yang semula berjualan di pasar lama yang terkesan semrawut kini telah menempati petak-petak pasar yang dibedakan untuk kios pasar basah dan kering.

Setelah direlokasi, pasar yang ditinggalkan segera ditutup dan tidak diperbolehkan ada kegiatan jual-beli. “Secara resmi Pasar Rakyat Babulu ini beroperasi pada 3 Januari 2022,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM PPU Sukadi Kuncoro yang dihubungi koran ini usai peresmian pasar tersebut kemarin. Ia menjelaskan, pembangunan pasar tersebut menggunakan anggaran dari tugas perbantuan (TP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) selama dua tahun anggaran 2018 dan 2019 dengan total nilai anggarannya Rp 11 miliar. “Terdapat juga bangunan swadaya pedagang sebanyak 433 los,” katanya.

Pasar Rakyat Babulu itu, lanjut dia, dioperasionalkan untuk hari pasar dengan jadwal Senin dan Jumat dalam setiap pekan. Namun, pasar ini juga diarahkan untuk melayani kegiatan jual-beli setiap hari. “Jadi, hari pasar besarnya Senin dan Jumat, dan pasar juga buka melayani pembeli pada tiap hari di luar Senin dan Jumat itu,” katanya. Kuncoro mengatakan, pasar ini dibangun di atas lahan seluas lebih kurang 5 hektare. Pembangunannya direncanakan sejak 2015 dan telah rampung sejak 2021.

Sementara itu, Plt Sekkab PPU Muliadi mengatakan, melihat penting dan strategisnya pasar bagi pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah terus mendorong pembangunan pasar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Tentu saja, ujarnya, dengan tetap memerhatikan kondisi dan potensi untuk dapat berkembang menjadi pusat ekonomi. “Keberadaan pasar memiliki peran penting dan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sebab, selain sebagai pusat ekonomi dan tempat transaksi jual-beli, pasar berperan pula sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah,” kata Muliadi. 

Dikatakan, Pasar Babulu sebenarnya sudah lama ada. Namun, lokasinya yang dirasakan sudah tidak memungkinkan, sehingga pemerintah berinisiatif merelokasi ke tempat yang lebih baik dari sebelumnya. “Meski Pasar Babulu ini merupakan pasar tradisional, namun saya berharap manajemen pasar ke depan perlu memerhatikan aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan, sehingga kesan pasar tradisional yang kumuh, kotor, bisa dihindari. Penataan pasar harus bisa dilakukan dengan maksimal, sehingga setara dengan pasar modern,” harapnya. (ari/far/k16)