TANA PASER - Polisi sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus penganiayaan di salah satu kafe di Kecamatan Tanah Grogot yang menyebabkan keributan belum lama ini di Kabupaten Paser. Penganiayaan tersebut menyebabkan satu orang meninggal. Kejadian itu memicu keributan di Desa Senaken Kecamatan Tanah Grogot.

Kapolres Paser AKBP Eko Susanto mengatakan, penganiayaan dengan satu korban meninggal di Kafe Sarjun Club Kecamatan Tanah Grogot merupakan murni tindak kriminal. Serta keributan yang terjadi setelahnya tidak terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Para pelaku penganiayaan telah ditahan di Mapolres Paser. Masing-masing tersangka berinisial UP, RIK, dan HR dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ujar Kapolres Eko, Senin (3/1).

Kini proses perkara sudah masuk tahap II. Kapolres Eko menambahkan, terkait kasus keributan pembakaran di Desa Senaken dan Jone, ada 12 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Ke-12 orang tersebut dijemput langsung oleh pihak Jatanras Polda Kaltim.

Pembakaran tersebut diduga merupakan buntut kasus penikaman di Kafe Sarjun Club, mereka menuntut pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku penganiayaan, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Namun, oknum pelaku pembakaran tidak sabar menunggu pihak kepolisian, sehingga mengambil tindakan sendiri dengan cara membakar rumah salah satu tersangka penganiayaan.

"Semua tersangka pembakaran sudah ditahan di Mapolda Kaltim, kini masih proses penyidikan oleh pihak Polres Paser," tutur Eko.

Kedua belah pihak yang sempat bersitegang telah dipertemukan oleh pemerintah daerah. Dari pertemuan tersebut, telah disepakati kasus itu murni kriminal, sehingga proses hukum terus berlanjut.  Pemerintah daerah, sejumlah tokoh masyarakat dari kedua belah pihak bertemu dan mereka sepakat kasus ini diproses secara hukum. Kasus ini pun jadi perhatian khusus langsung dari bupati Paser serta FKPD.

Kapolres Eko memastikan situasi keamanan di Paser kembali kondusif dan personel dari Polda Kaltim sudah kembali.  Eko mengajak masyarakat untuk menjaga kamtibmas dan jangan mudah terprovokasi dengan informasi-informasi yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dengan berita yang tidak benar dan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bumi Daya Taka (Paser). “Jangan mudah terprovokasi karena banyak video provokatif yang tersebar usai pembakaran terjadi di media sosial,” ujar kapolres. (jib/far/k16)