Terus menurunnya angka positif Covid-19 di Balikpapan, serta meningkatnya angka vaksinasi membuat peluang dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) semakin besar.

 

BALIKPAPAN - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Muhaimin optimistis Balikpapan bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Ini berdasarkan sejumlah data yang mengacu pada angka sebaran vaksinasi. Saat ini kata dia, vaksinasi anak di bawah 11 tahun terus berjalan. Pihaknya pun menyebut usai libur anak sekolah ini jam dan kuota PTM bisa ditambah.

“Sekarang, anak sekolah kan sedang libur. Dan kasus positif serta vaksinasi terus menunjukkan angka positif. Kalau kondisi bisa dijaga terus tidak menutup peluang PTM bisa 100 persen,” ucapnya, Minggu (2/1).

Mengacu surat keputusan pusat, yang menyebutkan, boleh melaksanakan PTM 100 persen dengan persyaratan yakni, guru dan tenaga pendidikan sudah divaksin minimal 80 persen. Sementara posisi Balikpapan sudah 95 persen.

“Kemudian, vaksinasi lansia minimal 50 persen. Kita sudah 70 persen. Kemudian, level PPKM kita ini sudah masuk syarat yakni level 1. Vaksinasi usia 6-11 tahun syarat minimal 50 persen,” terangnya.

Ia menyampaikan, jika mengacu aturan tersebut, seharusnya sudah dibolehkan 100 persen. Cuma kembali, keputusan ini ada pusat dan pimpinan. “Pak wali kota sebagai ketua gugus tugas akan rekomendasikan PTM 100 persen. Nanti akan kami laporkan,” katanya.

Selain kuota, durasi yang awalnya hanya 3 jam juga bisa menjadi 6 jam. “Kami berharap ya kuota bertambah dan jam belajar juga. Kasihan juga para murid tidak bisa maksimal belajar dan bertemu teman sekelasnya,” tambahnya.

Sampai saat ini, pelaksanaan tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes). Fasilitas sekolah seperti kantin juga belum boleh buka.

“Kalau disetujui, saat anak masuk sekolah atau minggu kedua Januari ini pelaksanaan PTM 100 persen bisa berjalan,” tutupnya. (aji/rdh)