BALIKPAPAN – Pusat melakukan penyederhanaan birokrasi. Berimbas hingga di pemerintah daerah. Pejabat administrasi kini berubah menjadi fungsional. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud telah melantik pejabat fungsional. Total 237 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Balikpapan.

Ada pun pengambilan sumpah dan pelantikan telah terlaksana pada Jumat (31/12) lalu. Mereka sebelumnya adalah pejabat administrasi. Rahmad menyampaikan, pelantikan pejabat fungsional merupakan bagian dari pengembangan karier, pembenahan, dan pemantapan organisasi, dalam rangka reformasi birokrasi.

Semua menuntut efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pelayanan publik untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. “Jabatan fungsional adalah kehormatan karena tidak semua orang bisa mendapatkannya,” sebutnya. Namun hal utama tetap dari sifat, perilaku, dan kinerja yang menerapkan prinsip AKHLAK (akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif).

Rahmad berpesan, pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya. Terutama untuk memantapkan kinerja Pemkot Balikpapan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan melaksanakan agenda pembangunan.

Sebelumnya Deputi Pengawasan dan Pengendalian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Otok Kuswandaru mengatakan, dampak dari penyederhanaan birokrasi di pusat membuat perpindahan pejabat administrasi ke fungsional.

“Tujuan utamanya agar masyarakat bisa merasa terlayani dengan baik,” katanya dalam FGD mengenai implementasi norma, standar, prosedur, kriteria (NSPK) manajemen ASN Balikpapan. Meski kepala daerah memiliki visi dan misi yang jelas, keinginan melayani dan bermanfaat untuk masyarakat.

Semua itu harus didukung ASN yang mampu menerjemahkan dan mengeksekusi keinginan tersebut. Artinya ASN di Kota Beriman seharusnya memiliki kompetensi dan kualifikasi yang baik. “Serta track record kinerja yang baik dan berintegritas dan moralitas baik agar keinginan wali kota tercapai,” pungkasnya. (gel/rdh)