BALIKPAPAN - Kota Minyak masih menjadi daya tarik masyarakat pendatang. Apalagi, didorongnya ,p, l ibu kota negara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan menjadi kota penyangga yang ideal.

Pemkot Balikpapan mencatat, jumlah penduduk di 2021 meningkat 1,01 persen atau bertambah 7.031 jiwa dibanding tahun sebelumnya. Secara rinci jumlah penduduk 2021 mencapai 704.110 jiwa dan tahun sebelumnya 697.079 jiwa. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan Hasbullah Helmi mengatakan, pendatang masih terus masuk. “Ya karena Balikpapan ini kota berkembang, tentu jadi minat masyarakat,” katanya, Minggu (2/1).

Ia menjelaskan, Balikpapan telah memiliki infrastruktur yang bagus. Ditambah adanya proyek kilang. Pasti akan menjadi daya tarik tersendiri. “Tahun lalu bertambah 7 ribuan penduduk. Kemungkinan tahun ini masih akan bertambah. Apalagi perlahan pembangunan IKN dimulai,” bebernya.

Menurutnya, saat era batu bara berjaya, pertumbuhan penduduk mencapai 5 persen. “Posisi sekarang, yang datang dan pergi masih berimbang,” katanya.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menambahkan, seiring dengan telah ditetapkannya Kaltim sebagai bagian dari IKN memang memengaruhi jumlah penduduk yang datang. “Artinya kita harus bersiap lagi. Tahun ini kemungkinan ada peningkatan lagi. Perlu upaya dan program yang dibuat agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan. Beberapa opsi saat ini tengah dibicarakan,” tuturnya.

Banyak pendatang yang memilih untuk menetap. Dari data yang diterima, penduduk mayoritas berjenis kelamin laki-laki, yakni 51 persen atau 359.860 jiwa. Sementara untuk perempuan 344.250 jiwa atau 49 persen. Kemudian kategori untuk usia produktif ada 88 persen atau 617.966 jiwa. Lansia ada empat persen atau 27.562e jiwa, dan balita delapan persen atau sebanyak 58.582 jiwa. (aji/rdh)