SAMARINDA - Harga bahan pokok diprediksi turun perlahan usai momen Natal dan Tahun Baru 2022. Salah satunya harga minyak goreng, yang diprediksi mulai menurun pada Februari mendatang. Ini terjadi setelah crude palm oil (CPO) atau bahan baku utama minyak goreng mengalami tekanan pada awal 2022 seiring menurunnya harga minyak nabati dunia.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Muhammadsjah Djafar mengatakan, harga minyak sawit memang dipengaruhi banyak faktor, salah satunya harga minyak nabati lain. Sehingga harga CPO selalu fluktuatif. Pada pertengahan Desember, harga CPO melemah seiring harga minyak kedelai yang menurun, serta pengaruh munculnya varian Covid-19 Omicron yang membuat ketidakpastian di pasar global.

“Memang sulit diprediksi apakah harga masih akan melemah lagi pada awal 2022 atau justru menguat, karena banyak faktor yang memengaruhi harga CPO,” jelasnya, Minggu (2/1).

Harga CPO sepanjang 2021 memang sangat bagus, bahkan tertinggi sepanjang sejarah. Rata-rata harga CPO pada 2021 berada di atas USD 1.000 per metrik ton. Ada momen harga menyentuh USD 1.365 per metrik ton. Namun, ada momen harga mengalami penurunan.

Harga minyak goreng akan kembali membaik sekitar Februari-Maret 2022. Hal ini dipengaruhi oleh proyeksi tingginya produksi kedelai di Brasil pada Januari-Maret 2022. Tingginya produksi kedelai membuat harga minyak dunia khususnya nabati terkontraksi dan mengalami penurunan, termasuk di Indonesia setelah mengalami peningkatan 2,4 kali lipat sejak Mei 2020.

“Penurunan bahan baku minyak goreng ini akan membuat harga minyak goreng perlahan membaik,” tuturnya. Sehingga, untuk minyak goreng tidak perlu dicemaskan karena pada Februari-Maret akan terkoreksi. Apalagi pemerintah bersama asosiasi minyak sawit nasional berkeinginan keras untuk menekan harga minyak goreng.

Untuk diketahui, saat ini harga minyak goreng kemasan di Kaltim mencapai Rp 16 ribu per liter. Sedangkan harga minyak goreng curah mencapai Rp 12 ribu per liter. Jumlah itu mengalami peningkatan dari biasanya yang hanya mencapai Rp 11-14 ribu. (ctr/ndu/k15)