SURABAYA – Transisi perbankan menuju layanan digital terus terjadi. Mereka mulai mengurangi angka populasi jaringan konvensional. Pgs Pemimpin BNI Kantor Wilayah 06 Surabaya Roy Wahyu Maulana mengatakan, transformasi yang dilakukan mengubah sistem jaringan yang ada. Misalnya, anjungan tunai mandiri (ATM). ’’Saat ini, ada 1.025 ATM di wilayah kami. Jumlah tersebut jelas tak akan bertambah bahkan bisa jadi menurun,’’ katanya kepada Jawa Pos (2/1).

Dia mengatakan, jumlah tersebut sudah ideal untuk menampung kebutuhan nasabah. Apalagi, fungsi ATM pada akhirnya sudah berkurang. Dulu, mesin tersebut digunakan nasabah untuk cek saldo, transfer, hingga setor atau tarik tunai. “ Tapi, saat ini sebagian besar fungsi tersebut sudah diganti oleh aplikasi digital perbankan,” tuturnya.

Karena itu, BNI lebih tertarik untuk menggenjot jumlah mitra pelayanan. Menurut dia, skema tersebut jauh lebih efektif untuk meningkatkan jangkauan atau penetrasi wilayah. ’’Saat ini, kami punya 12.182 agen46 di wilayah Jawa Timur Bagian Utara. Kalau pun ada penambahan, pasti dalam jumlah agen dan smart branch,’’ katanya.

Sementara itu, Regional Operations Head VIII Mandiri Firman Wahyudi mengatakan, tahun lalu pihaknya sudah menutup delapan cabang. Kemudian, tidak ada pembukaan cabang baru. Sebab, pihaknya fokus menguatkan pelayanan di aspek digital banking. Menurut dia, strategi itu sudah sesuai dengan tren yang terjadi di lingkaran nasabah.

Saat ini, lebih dari 90 persen transaksi dilakukan via digital. ’’Di angka nasional, pengguna aplikasi kami sudah mencapai 8,5 juta. Sedangkan transaksinya sudah melesat 62,5 persen menjadi 696,2 juta transaksi per September tahun lalu,’’ paparnya.

Memang, lanjut dia, tren tersebut bukan berarti perbankan di masa depan bakal beroperasi tanpa cabang. Masih ada kelompok nasabah yang bakal datang ke cabang. Misalnya, pensiunan. Biasanya, mereka pergi ke cabang sekaligus bertemu dengan orang di luar rumah. “Penutupan cabang bukan berarti melakukan pemecatan. Kami mengalihkan tenaga kerja ke bagian penjualan,” tuturnya. (bil)