Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut, kebijakan pelarangan ekspor mentah mineral tambang dan batu bara (minerba) berdampak signifikan terhadap pemulihan ekonomi nasional. Hal tersebut tecermin dari ekspor Indonesia yang naik secara tahunan (yoy) sebesar 49,7 persen.

“Ekspor kita kenapa naik seperti itu salah satunya karena kita hentikan ekpsor raw material, dari minerba kita yaitu nikel yang saya lihat USD1-2 miliar akhir tahun kemarin hampir USD21 miliar, USD20,8 miliar. Keberanian kita menyetop itu hasilnya kelihatan oleh karena itu kita lanjutkan stop bauksit, timah, dan lain-lain,” kata Jokowi secara virtual, Senin (3/1).

Jokowi mengatakan, angka ekspor tersebut mendongkrak neraca perdagangan Indonesia yang surplus sebesar USD34,4 miliar dalam 19 bulan. “Neraca dagang kita surplus USD34,4 miliar usd dalam 19 bulan surplus terus belum pernah kita mengalami seperti ini,” imbuhnya.

Jokowi menegaskan, hilirisasi menjadi kunci kenaikan ekspor. Bahkan jika dilihat dari ranking competiveness Indonesia juga naik 3 persen. “Dalam posisi 2021 kita patut syukuri bisnis 37, digital bisnis 53 naik 3 peringkat,” ucapnya.

Jokowi melanjutkan, indikator konsumsi, indiator produksi juga menguat. Keyakinan konsumen jika dibandingkan dengan maret 2021 yang 113,8, pada November kembali mencapai 118,5, spending index naik ke 102,5, purchasing manucafture index (PMI) sudah naik di atas sebelum masa pandemi.

“Optimisme melihat angka-angka seperti ini harus kita tunjukkan. Kemudian konsumsi listrik tumbuh 14,5 dan 5,7. Untuk industri 14,5 bisnis 5,7. Angka-angka seperti ini harus ktia lihat,” pungkasnya. (jpc)