BALIKPAPAN-Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan MF, salah satu tenaga pendidik di Balikpapan mendapat perhatian Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud.

Rahmad menilai kejadian ini membuat ia miris. Pasalnya, kejadian ini terjadi di lembaga pendidikan, yang semestinya jadi tempat mendidik moral. "Iya kejadian ini sangat kami sesalkan. Apalagi terjadi di lembaga pendidikan," kata Rahmad, Senin (3/12).

Ia juga meminta proses hukum terhadap terduga pelaku berjalan sebagaimana mestinya. Dirinya juga berharap agar kejadian seperti ini tak terulang lagi di Balikpapan. "Proses hukumnya kan sudah berjalan di Polda Kaltim. Kita ikuti saja prosesnya," kata Rahmad.

Kendati terjadi di lembaga pendidikan, Rahmad menegaskan belum ada rencana penutupan terhadap lembaga pendidikan terkait. "Ini kan ulah oknumnya, masa lembaga pendidikanya ditutup," katanya.

Diwartakan sebelumnya, kasus dugaan pencabulan, yang dilakukan oknum pengajar berinisial MF, terhadap peserta didik di salah satu lembaga pendidikan di Balikpapan Utara masih belum menemui titik terang. Polda Kaltim, hingga kini belum menetapkan tersangka pada kasus dugaan pencabulan ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim Komisaris Besar Subandi mengatakan, kasus dugaan pencabulan ini baru masuk tahap penyidikan. Empat orang siswi yang mengaku jadi korban dugaan pencabulan sudah menyampaikan laporannya.

Penetapan tersangka, kata Subandi, masih harus menunggu proses gelar perkara. "Kasusnya sudah kami naikkan ke penyidikan. Saksi-saksi sudah kami periksa. Ada empat korban yang sudah melapor. Dugaannya, korbannya lebih dari empat,” beber Subandi, di Mapolda Kaltim, Selasa (28/12) lalu.

Subandi meneruskan, saat ini terduga pelaku pencabulan sudah tak lagi bertugas di lembaga pendidikan tempatnya mengajar.

 

DILAPORKAN OKTOBER LALU

Sebagai informasi, dugaan kasus pencabulan di salah satu lembaga pendidikan di wilayah Balikpapan Utara tersebut mencuat awal Oktober 2021 lalu. Kasus ini bermula dari laporan sejumlah orangtua ke UPTD PPA Balikpapan terkait dugaan tindak asusila yang dialami sejumlah peserta didik.

Dalam sebuah kesempatan, terduga pelaku MF memnbantah seluruh tuduhan para korban. Dia menyebut, sikap yang ditunjukkan selama ini merupakan bentuk kasih keakraban kepada peserta didik. (hul)