APLIKASI PeduliLindungi di tempat umum mulai dipertimbangkan. Fasilitas perbelanjaan, hotel, mal, hingga bioskop, hampir semuanya menerapkan scan kode untuk masuk. Itu menjadi cara mengetahui bahwa pengunjung telah vaksinasi atau belum. Namun, penerapan rupanya belum maksimal.

Berdasarkan Instruksi Wali Kota Samarinda Nomor 19/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 Covid-19, selain membatasi jam operasional dan kapasitas maksimal pengunjung, juga mewajibkan menerapkan aplikasi tersebut. Di antaranya, perhotelan, pusat perbelanjaan, kafe, bioskop, mal, tempat wisata umum, tempat hiburan malam (THM), panti kebugaran, spa, dan semacamnya.

Camat Sungai Pinang Siti Hasanah menerangkan, kantornya telah menerapkan pemberlakuan aplikasi PeduliLindungi, sehingga masyarakat perlu melakukan scan yang ingin melakukan urusan di kantor Kecamatan Sungai Pinang. "Tempat usaha, kafe, dan THM sudah memiliki barcode PeduliLindungi," jelasnya.

Security Samarinda Central Plaza (SCP) Bambang P menuturkan, mal tempatnya bekerja telah menerapkan pemberlakuan wajib scan atau menunjukkan kartu vaksinasi sebelum masuk mal. Itu setelah baru-baru ini manajemen SCP mendapat teguran dari wali kota Samarinda lantaran tidak menerapkan PeduliLindungi sebelum masuk pusat perbelanjaan itu. "Sudah diwajibkan sejak sehari sebelum tahun baru. Respons masyarakat kacau, apalagi ibu-ibu," bebernya.

Diungkapkannya, masyarakat mayoritas bertanya kenapa harus diterapkan. Fungsinya setelah scan apa, dan itu pun menyebabkan antrean panjang. "Kami jawabnya ya karena tuntutan, dan menjalankan sesuai dengan perintah pemerintah. Kalau tidak melaksanakan, mungkin kami akan kena peringatan lagi. Karena sempat angin-anginan akhirnya dapat surat kemarin, jadi sekarang diwajibkan," jelasnya. Sementara itu, security BIGmall Eko Saputra mengungkapkan, penerapan aplikasi PeduliLindungi sejauh ini masih berupa imbauan. Pengunjung pun belum diwajibkan untuk melakukan scan di pusat perbelanjaan yang terletak di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang itu. "Untuk karyawan dan tenant masih menunggu kebijakan manajemen, rencana besok (4/1) baru diwajibkan scan PeduliLindungi," jelasnya. (asp/dra/k16)