BALIKPAPAN - Minuman keras (miras) dan perilaku tidak terpuji adalah dua hal yang saling terkait. Belakangan ini makin sering terjadi kejadian yang meresahkan masyarakat. Beberapa kejahatan kriminal terjadi setelah pelakunya meminum miras.

Pikirannya dipengaruhi oleh minuman beralkohol, sehingga orang akan terdorong melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat. Karena itu, dilakukan razia pengawasan di wilayah Kecamatan Balikpapan Kota, yang dilakukan oleh Tim Kecamatan Balikpapan Kota, Selasa (28/12).

Petugas menindak/mengamankan pelaku usaha yang menjual minuman keras di toko atau PKL. Setelah dilakukan razia di beberapa toko didapati menjual minuman beralkohol. Didapati berdos-dos miras dari berbagai merek, seperti Bir Bintang, Panther Black Beer, Bali Hai, Singha, Black Jack, Guinness, Kniken, dan Hatten.

Camat Balikpapan Kota Rosin Suparlan mengatakan, diharapkan dengan adanya razia miras ini pelaku usaha dapat menaati Perda 16 Tahun 2000 tentang Larangan Miras, baik yang terkait pengawasan, penertiban peredaran, dan penjualan minuman beralkohol tersebut semua ada aturannya. “Bahwa penjualan miras hanya dapat dilakukan di hotel berbintang,” jelasnya.

Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan pemeriksaan/razia pengawasan dalam rangka PPKM Mikro Level II hari ke-14, Rabu (28/12). Kegiatan ini dilakukan oleh Tim Kecamatan Balikpapan Kota, Kelurahan (Damai, Prapatan, Klandasan Ulu, Telaga Sari), TNI, Polri, Satpol PP, PPNS, dan Dishub.

Dalam kegiatan ini, juga disampaikan imbauan dan sosialisasi kepada pihak hotel agar mematuhi surat edaran wali kota. Bahwa kegiatan yang diadakan di hotel sampai pukul 21.00 dan 22.00 Wita, serta wajib menerapkan PeduliLindungi.

“Tentunya dengan diadakan razia ini tujuannya menegakkan aturan tersebut dan diharapkan kegiatan ini dapat menekan dampak negatif serta angka kriminal yang disebabkan oleh penyalahgunaan minuman beralkohol, sehingga turut menjadikan Balikpapan sebagai kota yang aman dan nyaman dihuni,” pungkasnya. (pms/taw/kri/k16)