SENDAWAR - Kasus narkoba di Kutai Barat (Kubar) masih mendominasi, yakni 86 kasus dengan crime clearance atau angka penyelesaian tindak kejahatan 68 kasus. Jumlah ini justru meningkat 13 kasus jika dibandingkan tahun 2020.

Yakni, 73 kasus dan crime clearance hanya 53 kasus. “Adapun barang bukti selama 2021 yang diamankan narkotika jenis sabu sebanyak 306 poket, dengan berat 280,1 gram sabu,” ungkap Kapolres Kubar AKBP Sonny Henrico Sirait saat memimpin press release akhir 2021 di ruang pertemuan lantai 2 di Mapolres Kubar, baru-baru ini.

Hadir Wakapolres Kubar Kompol Nyoman Wijana dan sejumlah perwira Polres Kubar. Menyusul data kecelakaan lalu lintas (lakalantas) pada 2021 juga mengalami tren peningkatan 12 kasus, dengan crime total 34 kasus dan crime clearance 31 kasus, serta kerugian materiil mencapai Rp 204,6 juta.

“Namun, untuk kasus pelanggaran lalu lintas pada 2021 menurun 3.092 kasus dibandingkan 2020 sebanyak 4.181 kasus. Kemudian tilang 2020 ada 748 kasus juga tren menurun pada 2021 sebanyak 490 tilang,” tuturnya.

Sedangkan jenis kasus konvensional yang menonjol pada 2021 yaitu kasus perlindungan anak, terdapat 14 yang telah diterima Polres Kubar, dengan penyelesaian 10 kasus hingga saat ini.

“Sementara tindak pidana kejahatan terhadap kekayaan negara juga mengalami penurunan dari tahun 2020, ada 12 kasus, sedangkan tahun 2021 sebanyak 8 kasus. Kemudian yang menonjol 3 kasus illegal oil dan crime clearance 2 kasus,” terangnya.

Selanjutnya, ada 19 kasus pelanggaran personel 2021 meningkat dibandingkan 2020 hanya 17 kasus. Pelanggaran personel tersebut telah ditindaklanjuti Sipropam Polres Kubar untuk diproses sidang disiplin maupun kode etik Polri.

“Adapun dalam bidang pembinaan jumlah personel Polres Kubar tahun 2021 mengalami peningkatan sebanyak 575 personel, yang sebelumnya pada 2020 hanya 569 personel,” katanya.

Polres Kubar mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga stabilitas kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Polres Kubar dan Mahakam Ulu. Serta menghindari dan tidak melalukan penyebaran berita hoaks, dengan menjaga keutuhan NKRI.

“Tetap patuhi protokol kesehatan 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas selama masa pandemi Covid-19,” pungkasnya. (rud/kri/k16)