Pria yang akrab disapa Si Ngerik ini, familier di dunia maya. Sejumlah akun media sosial yang dimilikinya, sukses membuat dirinya meraup pundi-pundi rupiah.

 

Muhammad Rifqi, Tenggarong

 

LEBIH dari itu, Si Ngerik rupanya memiliki tekad lain yaitu untuk mengenalkan potensi lokal ke level nasional bahkan dunia. Sejumlah komunitas di Kota Balikpapan sangat familier dengan kekhasan dan suaranya.

Akun media sosial yang dimilikinya sudah diikuti hingga puluhan ribu orang. Namun, siapa sangka, Si Ngerik rupanya merupakan pemuda asal Desa Selerong, Kecamatan Sebulu. Kreativitas akan konten positif yang ia buat, kerap diikuti dan viral.

Atas permintaannya, Si Ngerik meminta tidak memuat nama asli serta sejumlah identitas dirinya. Hal ini diharapkan tidak mengurangi kekhasan yang ia miliki. Nama panggung yang dimiliki Si Ngerik, rupanya membuat dirinya semakin dikenal.

Tak hanya di kalangan anak muda dan sesama content creator, melainkan juga para pejabat di Kaltim. Medio 2021 lalu, salah satu konten yang dibuatnya sempat viral. Ia menunjukkan sebuah jalan rusak di Kukar.

Jalan tersebut rupanya salah satu akses menuju kampungnya di Kecamatan Sebulu. Ia pun memastikan tak ada maksud untuk memojokkan pihak mana pun. Terkecuali untuk memanfaatkan media sosial menjadi ruang informasi yang bermanfaat.

Saat ini, pria yang memiliki khas dengan rambut gondrong dan perawakan tinggi itu menetap di Balikpapan. Namun, sewaktu-waktu, ia pulang ke kampung halaman di Desa Selerong.

Sebelumnya, ia juga pernah merantau ke Sulawesi, Jawa, hingga akhirnya kembali ke Kalimantan. “Alhamdulillah rupanya dapat jodoh di Kalimantan juga. Di Balikpapan,” katanya.

Kegemarannya membuat konten di media sosial, diawali saat bekerja di sebuah televisi lokal di Balikpapan. Saat itu ia diminta untuk menjadi talent. Rupanya, respons warga Balikpapan saat itu sangat baik dan membuatnya semakin percaya diri dan menemukan kekhasan dirinya.

Untuk media sosial yang paling sering ditonton yaitu Instagram dan TikTok. Untuk akun Instagram miliknya diikuti oleh sekitar 31 ribu follower. Untuk konten yang ia buat, lebih banyak bergenre komedi. Kadang, ia juga berperan menjadi preman dan karakter unik lainnya. Ngerik juga bisa menjadi diksi orang-orang hebat yang ada di kontennya.

“Saya dulunya merasa memang bukan siapa-siapa. Niat awalnya juga ingin menghibur. Hingga akhirnya menjadi hobi dan saya teruskan hingga saat ini,” kata dia. Ia juga dibesarkan di lingkungan petani dengan kehidupan sederhana. Hanya saja, Si Ngerik berupaya untuk menghindari untuk mengeluh. Sehingga, upayanya untuk berdikari dan berusaha, membuat dirinya terus menemukan jalan untuk mengembangkan diri.

Dengan kemampuan yang ia miliki, ia berharap kampung halamannya di Selerong bisa terus berkembang seperti daerah lainnya. Termasuk keinginannya memperkenalkan potensi lokal. Tak hanya untuk Kukar dan Kaltim, tetapi juga Kalimantan pada umumnya.

“Saya ingin mengenalkan Kalimantan ke level nasional bahkan dunia. Terus mengalir saja,” katanya.

Ia juga berharap kearifan lokal tanah Kukar dan Kaltim bisa dijaga bahkan dikembangkan oleh generasi lokal. Tinggal, kata dia, pemerintah memfasilitasi dan menghimpun orang-orang yang memiliki kemauan untuk berkontribusi bagi daerah.

“Apalagi orang Kukar itu sebenarnya banyak yang kreatif. Termasuk untuk media sosial atau content creator. Tinggal difasilitasi saja dari pemerintah,” imbuhnya lagi. Ia pun teringat semasa kecil kerap menggunakan balai desa sebagai tempat kreativitas seni. Seperti belajar tari Jepen dan tingkilan. Ia pun berharap pemerintah bisa kembali menghimpun potensi daerah dengan menghidupkan kembali balai desa.

Tidak hanya tempat berkumpul, melainkan juga mengembangkan potensi kearifan lokal. Terlebih lagi menyongsong perekonomian saat ibu kota negara (IKN) di Kaltim. (*/kri/k16)