TENGGARONG - Korban penganiayaan berinisial EA oleh suaminya berinisial AP, kini harus menjalani perawatan medis secara intensif. Korban yang kehabisan banyak darah usai mendapat hunjaman senjata tajam, harus menerima transfusi darah.

Kapolsek Tenggarong Iptu Nursan menjelaskan, kondisi EA kini sudah mulai membaik. Dari informasi yang dihimpun polisi, setidaknya diperlukan sekitar empat kantong darah untuk memulihkan kondisi korban.

Sementara itu, sejumlah luka terbuka pada korban sudah ditangani. “Saat ini sedang dirawat intensif. Untuk korban yang perempuan perlu sekitar empat kantong darah. Tapi saat ditransfusi satu kantong darah, kondisinya juga lumayan membaik,” kata Kapolsek.

Dari pengakuan korban kepada polisi, setidaknya ia merasa menerima lima kali hunjaman senjata tajam saat kejadian berdarah tersebut terjadi. Korban tak bisa lagi kabur, meski sudah meminta tolong.

Terlebih lagi, warga yang melihat kejadian kebanyakan adalah perempuan. Sementara tetangga korban yang laki-laki melaksanakan salat Jumat. “Yang pasti, saat ini kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kasus ini,” imbuhnya.

Diwartakan sebelumnya, demi memastikan kecurigaan sang istri memiliki pria idaman lain (PIL), seorang suami nekat bersembunyi di langit-langit rumah. Ia pun melihat istrinya ternyata melakukan adegan tak senonoh.

Tak terima, ia lalu menganiaya istri dan PIL-nya dengan menggunakan senjata tajam. AP nekat menganiaya istrinya dan pasangan intimnya berinisial K dengan menggunakan senjata tajam pada Jumat (31/12). Keributan tersebut terjadi di Jalan Gunung Pegat, RT 35, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. (qi/kri/k16)