Program Merdeka Sinyal terus dikebut Pemkab Kutim. Fasilitas akses internet VSAT (very small aperture terminal) dan internet wireless yang terhubung dengan satelit di 72 desa telah diresmikan sebagai layanan internet gratis.

 

SANGATTA – Saat uji coba, Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo-Perstik) Kutim menghubungkan server dari ruang live room Diskominfo. Hal itu disaksikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang.

Ardiansyah Sulaiman menyampaikan, internet desa diterapkan untuk mengikis kesenjangan digital antara desa dan kota. Hal ini jelas menepis bahwa internet tidak hanya dinikmati orang di kawasan perkotaan. “Masyarakat tidak perlu khawatir dengan pengaruh negatif internet. Warga dan kepala desa bisa diedukasi untuk menangkal pengaruh negatif itu,” jelasnya.

Dia memastikan, internet desa merupakan program prioritas yang tertuang dalam visi-misi, yakni mewujudkan pemerintahan yang partisipatif berbasis penegakan hukum dan teknologi informasi. “Program ini untuk menyediakan akses internet terhadap desa yang tidak memiliki koneksi internet sama sekali,” paparnya.

Selain itu, program itu direalisasikan agar dapat meningkatkan literasi masyarakat di berbagai bidang. Termasuk bidang pendidikan dengan memanfaatkan teknologi digital. “Generasi muda bisa belajar secara online di masa pandemi Covid-19. Tentu semakin membuka akses informasi bagi pelajar,” katanya.

Dia berharap setiap desa mampu memanfaatkan kanal informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dengan perangkat desa dan mempromosikan potensi desanya. Warga juga diminta bijak menggunakan kanal informasi dengan tidak menyalahgunakan.

“Semoga dapat mendorong badan usaha milik desa (Bumdes). Terutama dalam mempromosikan produk-produk lokal menggunakan saluran e-Commerce atau Marketplace,” sebutnya. Dengan demikian, Bumdes dapat bekerja sama dengan start up lokal menggunakan internet of things (IoT). Terutama meningkatkan produktivitas dan efisiensi aktivitas ekonomi. “Pada gilirannya kesejahteraan masyarakat akan meningkat melalui inovasi digital,” tuturnya.

Sementara itu, Kadiskominfo-Perstik Ery Mulyadi mengatakan, pihaknya berusaha berkomitmen membenahi infrastruktur, yakni penyediaan jaringan internet di setiap desa. Pihaknya pun memenuhi secara bertahap.

“Tahun ini dilaksanakan pada 72 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Sesuai target yang dicanangkan Pak Bupati dan Pak Wakil (Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakilnya Kasmidi Bulang), 2022 seluruh desa di Kutim sudah terjangkau jaringan internet,” tutupnya. (dq/kri/k16)