Pada APBD 2022, pemkot mengalokasikan Rp 3 miliar untuk kegiatan tanggap darurat penanganan jalan rusak. Sebanyak 21 ruas jalan perkotaan, masuk daftar tunggu untuk diperbaiki bertahap. Bentuknya ada yang perkerasan beton semen atau pengaspalan.

SAMARINDA–Pejabat Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Budy Santoso menuturkan, pihaknya sudah memulai perbaikan jalan yang dialokasikan pada APBD 2022 sejak Jumat (31/12), karena sudah mendapat kepastian anggaran.

Karena jika tidak segera ditangani berpotensi membahayakan warga yang melintas. “Jangan sampai ada kecelakaan, makanya segera kami tangani,” ucapnya, Jumat (31/12).

Dia menyebutkan, salah satu target penanganan adalah lubang di Jalan Bhayangkara sebanyak tiga titik yang kondisinya paling parah. Teknik penanganan yakni menggali titik jalan yang bergelombang, kemudian dicor melalui metode perkerasan beton semen fast track dengan waktu kering sekitar 7–10 jam saja.

“Metode ini dipilih agar perbaikan yang dilakukan lebih cepat rampung namun memiliki ketahanan yang andal,” ucapnya. “Kalau tidak digali, potensi jalan bergelombang kembali terbentuk cukup besar,” sambungnya.

Dia menerangkan, pekerjaan yang dilakukan menyasar area perkotaan, namun tidak menutup kemungkinan bisa menyebar ke ruas jalan di area pinggiran kota. Sedangkan untuk kegiatan tanggap darurat ini dua metode penanganannya ada dua, yakni perkerasan beton semen dan pengaspalan (ACWC).

“Biasanya untuk yang per spot saja, yang memerlukan penanganan cepat dengan estimasi biaya minim. Kalaupun perbaikan badan jalan, volume penanganan tidak terlalu besar,” ucapnya.

Dia berharap, warga memahami kondisi kerusakan yang ada. Jika melihat ada jalan rusak bisa melaporkan melalui ketua RT setempat untuk diteruskan ke pemerintah kelurahan dan kecamatan agar segera ditangani.

“Kalau sudah masuk daftar kami, artinya segera kami tangani, menyesuaikan jadwal yang sudah dibuat pelaksana,” tutupnya. (dns/kri/k8)