SAMARINDA–Perayaan tahun baru yang berlebihan telah dilarang, masyarakat diimbau untuk tetap di rumah. Petugas yang terdiri dari satgas tingkat RT, tingkat kecamatan, Satpol PP, BPBD, TNI, dan polisi dipastikan bakal berjaga sampai pagi.

Hal itu dilakukan supaya tidak terjadi kerumunan yang menyebabkan tingkat sebaran Covid-19 tumbuh subur di Samarinda. Kepala BPBD Samarinda Suwarso menyebut, pembatasan kegiatan masyarakat diawasi hingga di gang-gang.

Petugas gabungan pun memastikan membubarkan bila ada kegiatan berkerumun maupun arak-arakan. “Pusat perbelanjaan dibatasi buka hingga pukul 22.00 Wita, tempat hiburan malam (THM) maksimal pukul 01.00 Wita sudah tutup,” katanya.

Kepala Satpol PP Samarinda Muhammad Darham menegaskan, mereka melakukan patroli dengan kekuatan penuh. Ada 400 personel terlibat, mulai struktural hingga tenaga administrasi, ikut melakukan penjagaan di titik-titik rawan keramaian pada malam tahun baru.

“Anggota kami bagi tiga sif, mulai bergerak jam 10 malam, bersama polisi dan TNI,” jelasnya.

Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Wisnu Dian Ristanto mengatakan, fokus mereka tidak hanya saat waktu pergantian tahun. Namun setelahnya, dipastikan polisi akan tetap melakukan penjagaan.

“Setelah tahun baru, kami akan berjaga hingga pagi. Ini untuk melakukan antisipasi adanya balap liar. Jadi ada petugas yang saya biarin tidur dulu, jam 3.00 baru berjaga,” jelasnya.

Untuk penjagaan malam tahun baru sendiri dikatakan Wisnu tidak ada penutupan jalan. Namun, mereka memastikan melakukan pengawasan di wilayah tepian, pusat perbelanjaan, dan potensi adanya arak-arakan.

“Ada pos di depan Lamin Etam, di sana ada perwira yang bertanggung jawab untuk mensterilkan. Selain didukung dengan 110 terhadap adanya laporan dari masyarakat,” sambungnya.

Sementara untuk pergeseran masa ke Jembatan Mahkota 2, Wisnu menyebut karena wilayah itu berbatasan dengan Polsek. Maka mereka akan melakukan backup. “Bila memang ada masyarakat yang berbondong-bondong datang. Bisa jadi nanti dipimpin oleh Pak Kapolsek untuk melakukan tindakan pencegahan,” pungkasnya. (pro)