SENDAWAR–Meski terkesan senyap, tapi bukan berarti aman terhadap potensi penyebaran Covid-19. Justru data dari Pemerintah Provinsi, Rabu (29/12), di Kutai Barat (Kubar) masih ada satu orang terkonfirmasi dan satu sembuh.

Kemudian, data Tim Penanganan Covid-19 Kubar, hingga Senin (27/12), tercatat sudah 273 kasus kematian dan 10 orang jumlah kasus konfirmasi yang isolasi mandiri. Terbanyak di Kecamatan Barong Tongkok 5 orang, disusul 2 orang di Kecamatan Damai, dan masing-masing 1 orang di Kecamatan Nyuatan, Muara Pahu, dan Melak.

Untuk menekan angka terkonfirmasi positif Covid-19, Camat Muara Pahu Asrin Sorianto telah meminta kepada 12 pemerintah kampung se-Kecamatan Muara Pahu untuk selalu memantau dan melakukan pengecekan kepada pelaku perjalanan. Biasanya setelah perayaan Natal dan tahun baru dari luar daerah wajib dilakukan pengecekan.

“Dikhawatirkan sekembalinya ke kampung membawa Covid-19. Bukan tidak mungkin akan menyebarkan virus kepada warga lainnya,” saran Asrin, saat rapat koordinasi kepada aparat kampung se-Kecamatan Muara Pahu di Gedung BPU Muara Baru, baru-baru ini.

Sementara itu, Pemkab Kubar telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 270/990-STG-KBR/XII/2021 tertanggal 14 Desember 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 pada saat Natal dan Tahun Baru 2021 di wilayah Kubar.

Bupati Kubar FX Yapan menegaskan kepada semua camat, lurah, dan kepala kampung agar secara aktif melakukan pemantauan di wilayahnya masing-masing. “Langkah nyatanya, melakukan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayahnya akan diberikan penghargaan,” kata Bupati.

Khusus tempat wisata agar menerapkan protokol kesehatan lebih ketat dan melakukan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.

Untuk perayaan Tahun Baru 2022, sedapat mungkin tinggal di rumah, melarang adanya pawai, meniadakan event perayaan, dan melakukan perpanjangan perbelanjaan semula pukul 10.00 sampai 21.00 menjadi pukul 09.00–22.00 Wita. Kemudian pengunjung tidak lebih 50 persen.

Berikutnya untuk kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan pembatasan maksimal kapasitas 75 persen dengan penerapan prokes secara lebih ketat. (pro)