Demi memastikan kecurigaan sang istri memiliki pria idaman lain (PIL), seorang suami nekat bersembunyi di langit-langit rumah alias plafon. Dia pun melihat istrinya ternyata melakukan adegan tak senonoh. Tak terima, dia lalu menganiaya istri dan PIL-nya menggunakan senjata tajam.

 

TENGGARONG–Azan baru saja berkumandang. Pertanda salat Jumat tak lama lagi dimulai. Bukannya khusuk melaksanakan ibadah, aksi penganiayaan justru terjadi saat itu. Seorang pria berinisial AP, nekat menganiaya istri berinisial EA dan pasangan intimnya berinisial K menggunakan senjata tajam, Jumat (31/12).

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Jalan Gunung Pegat, RT 35, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Berdasarkan informasi yang dihimpun, EA dan K diduga masih memiliki hubungan keluarga.

Ketua RT 35 Kelurahan Melayu Abu Bakar membenarkan bahwa saat kejadian berlangsung, warga sedang melaksanakan salat Jumat. Kedua korban saat ini sudah dilarikan di RSUD AM Parikesit, sedangkan tersangka menyerahkan diri ke Polsek Tenggarong.

“Saat kejadian, sedang berlangsung salat Jumat,” kata Abu Bakar. Pasangan suami-istri tersebut diketahui merupakan warga baru di RT 35 dan menurutnya belum pernah melapor kepada ketua RT.

Sementara itu, menurut keterangan Kapolsek Tenggarong Iptu Nursan, pembacokan tersebut terjadi karena adanya perselingkuhan yang dilakukan oleh istri tersangka dan pria berinisial K.

Sebelumnya, tersangka sudah beberapa hari mencurigai tingkah laku istrinya yang selalu menyembunyikan ponselnya. Ponselnya tersebut juga enggan diperlihatkan kepada suaminya. Tak habis akal, tersangka pun berpura-pura untuk pamit kepada istrinya, dengan alasan ingin pergi ke Desa Jonggon.

Selanjutnya, dia kembali melalui pintu belakang dan naik ke atas plafon atau langit-langit rumahnya untuk bersembunyi. Setelah dua jam di atas plafon, tersangka pun melihat istrinya masuk ke rumah lalu disusul dengan seorang pria.

Tak menunggu lama, rupanya dia mendapati istrinya dan pria tersebut bercumbu, selanjutnya melakukan adegan intim di dalam kamar. “Tersangka tidak dapat menahan emosi. Karena dia menyaksikan sendiri," ungkap Kapolsek.

Melihat istrinya sedang bercinta dengan pria lain, tersangka lalu turun dari langit-langit rumah dan mendobrak pintu kamarnya. Saat mendobrak pintu kamar, sempat terjadi aksi saling dorong pintu kamar dengan istrinya. "Kemudian dia mengambil pisau daging dan merusak pintu kamar,” tambahnya.

Setelah berhasil merusak pintu, dia langsung mengarahkan senjata tajam yang dia bawa ke arah K. Walau berhasil dilukai, rupanya K berhasil kabur melalui jendela dalam kondisi tidak menggunakan pakaian. Tersangka lalu melampiaskan kekesalannya kepada istrinya dengan cara membacok bagian kepala dan punggung korban.

Kapolsek mengatakan, pelaku ini jarang berada di rumah. Karena pelaku sering berada di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) untuk berdagang pakaian. (qi/ind/k8)