TENGGARONG–Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kutai Kartanegara (Kukar) bekerja sama dengan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), menggelar Seminar Kajian Proyeksi Penataan Kelurahan dan Desa Kecamatan Tenggarong. Dari hasil kajian itu, disebutkan bahwa Tenggarong berpotensi dilakukan pemekaran.

Kegiatan yang Digelar di aula Balitbangda Kukar, Rabu (29/12). Kegiatan yang dibuka Kepala Balitbangda Kukar Didi Ramyadi itu menghadirkan tim peneliti dari Unikarta Zulkifli.

Dalam kesempatan itu, Didi mengatakan, sejak pembentukan Desa Bendang Raya 2010 tidak pernah ada lagi pemekaran kelurahan atau desa baru. Padahal, pesatnya perkembangan wilayah saat ini diiringi dengan laju pertumbuhan penduduk, yang berpotensi semakin menambah beban pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.

"Karena itulah dilakukan kajian ini. Termasuk juga membahas potensi pemekaran," katanya.

Zulkifli dalam paparannya menyebut, berdasarkan kondisi eksisting dan data yang ada sangat dimungkinkan untuk dilakukan pemekaran di beberapa Kelurahan, seperti Loa Ipuh, Mangkurawang, Loa Tebu, Jahab, dan Loa Ipuh Darat.

Hal tersebut, sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan, dan Peraturan Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penataan Desa. "Tujuan pemekaran yaitu untuk mewujudkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan," imbuhnya.

Termasuk juga untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah. (qi/ind/k8)