TENGGARONG–Bupati Kukar Edi Damansyah turut menanggapi aksi unjuk rasa oleh sejumlah pihak yang menyatakan penolakan terhadap perubahan Jembatan Kutai Kartanegara. Untuk diketahui, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar sebelumnya melakukan perawatan jembatan dan mengecat jembatan menjadi warna merah dan putih.

Sebelumnya, Kamis (30/12), musyawarah terkait perubahan warna jembatan digelar. Sejumlah pihak dipertemukan, yaitu Pemkab Kukar, Remaong Kutai Berjaya (RKB) dan pihak Kesultanan Kukar Ing Martadipura. Salah satu poinnya yaitu menghentikan sementara rencana pengecetan jembatan dan bersurat kepada kesultanan.

Sementara itu, Bupati Kukar Edi Damansyah memastikan Jembatan Kukar tetap berwarna merah dan putih. Pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi dengan kesultanan terkait rencana tersebut. "Kami sudah bertemu Sultan, dan sudah ada pernyataan tertulis. Jadi, saya kira jangan dibesar-besarkan," ujar Bupati pada Jumat (31/12).

Dia pun menyebut, selaku putra daerah paham terkait persoalan tersebut. Dia meyakini, pengecatan Jembatan Kukar tidak ada melanggar adat istiadat. Berdasarkan penyampaian Dinas PU Kukar pada musyawarah, lanjut dia, pengecatan ini adalah untuk menghindari korosi jembatan.

"Saya kira tidak mencerdaskan rakyat, karena kita ini untuk kebaikan. Jadi tidak ada kami melanggar hal-hal yang berkaitan dengan adat istiadat," tuturnya. Bupati juga menyampaikan terkait bersurat ke Kesultanan, Dinas PU sangat aktif. Karena itu, dia juga meminta bantu untuk meyakinkan masyarakat Kukar, bahwa apa yang mereka lakukan ini tidak ada sama sekali bermaksud melanggar adat istiadat di Kukar. "Yang kami lakukan ini tidak ada sama sekali melanggar adat istiadat di Kukar," ujar Edi.

Untuk proses pengecatan Jembatan Kukar, Edi belum bisa memastikan, tetapi tetap berjalan. Untuk warna jembatan diperkirakan tetap berwarna merah dan putih sesuai dengan simbol bendera negara. (qi/ind/k8)