Belajar dari tingkat kunjungan ke tempat-tempat wisata selama 25-26 Desember, pemkot menutup tempat wisata pada dua hari pertama tahun 2022.

 

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan akhirnya memutuskan untuk menutup tempat wisata selama 1–2 Januari. Ini berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 300/687/Pem yang keluar pada Jumat (31/12). Berisi tentang penutupan sementara beberapa tempat wisata di Balikpapan pada masa libur Nataru.

Kabid Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan Zulkifli menjelaskan, keputusan ini mengikuti hasil evaluasi pada kegiatan di tempat wisata selama 25-26 Desember atau libur Natal. “Saat itu kondisi pengunjung luar biasa mencapai 5 ribu orang,” katanya.

Kemudian perkiraan pada libur tahun baru, pengunjung bisa meningkat hingga tiga kali lipat. Artinya sekitar 10–15 ribu orang per hari. Selanjutnya secara teknis tempat wisata memiliki banyak akses jalan tikus, sehingga pengunjung tidak terkontrol seluruhnya melalui aplikasi PeduliLindungi.

Serta pertimbangan karena secara nasional sudah terjadi penularan varian Omicron. Penularannya mencapai lima kali lebih cepat daripada varian Covid-19 sebelumnya, sehingga perlu langkah kewaspadaan dan kehati-hatian terkait kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada perayaan tahun baru.

“Kami merasa rawan penyebaran Covid-19 diputuskan tutup saja sementara dua hari. Kemudian 3 Januari bisa beroperasi seperti biasa dengan kapasitas 75 persen,” ungkapnya. Dengan demikian, Pemkot Balikpapan menutup sementara beberapa tempat wisata pada 1–2 Januari.

Di antaranya, Pantai Manggar Segara Sari, Kebun Raya Balikpapan, Balikpapan Tennis Stadium, Venue Dayung Jalan Soekarno-Hatta Km 12, dan semua tempat wisata lain yang belum menerapkan aplikasi PeduliLindungi. “Seperti venue dayung kita ikut tutup karena biasanya banyak orang yang camping,” tuturnya.

Dia menyebut, keputusan ini sudah disampaikan kepada pengelola objek wisata. Alasannya situasi darurat dan perkembangan cepat. “Kami juga diingatkan dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri bahwa PeduliLindungi wajib diterapkan. Jadi, kalau tempat wisata yang belum pakai aplikasi juga tidak boleh buka,” sebutnya.

Terkait penutupan alun-alun kota, pada 1–2 Januari untuk akses jalan utama menuju kawasan Lapangan Merdeka–Melawai–Monpera dan sekitarnya dilakukan penutupan sementara dan pengalihan arus lalu lintas. “Termasuk Pantai Kilang Mandiri disamakan menjadi kawasan alun-alun, jadi ikut tutup,” pungkasnya. (gel/ms/k16)