SAMARINDA–Lapangan usaha perdagangan mengalami perlambatan pada triwulan III. Tecermin dari Indeks Google Trends pada sejumlah pusat perbelanjaan di Kaltim. Tergambar pencarian terhadap keywords tertentu di internet dan menggambarkan ketertarikan masyarakat terhadap suatu topik atau tempat tertentu yang menjadi indikasi awal dari spending.

Pada Triwulan III 2021, Google Trends terhadap tiga sampel pusat perbelanjaan di Kaltim menunjukkan indeks sebesar 13,7 atau tumbuh 66,2 persen (year on year/yoy), melambat dibandingkan indeks Triwulan II 2021 yang tercatat sebesar 30,9 atau tumbuh 164,8 persen (yoy). Pada triwulan IV diprediksikan perdagangan akan tumbuh lebih tinggi, seiring konsumsi masyarakat yang meningkat.

Sayangnya, pertumbuhan konsumsi tidak akan mampu kerek pertumbuhan ekonomi Benua Etam pada pengujung tahun. Sebab, pertumbuhan konsumsi belum bisa mengimbangi penurunan tren kinerja pertambangan pada akhir tahun.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Disperindagkop dan UKM) Muhammad Yadi Robyan Noor mengatakan, perdagangan pada triwulan IV pasti meningkat lebih tinggi. Sebab, pada pengujung tahun merupakan momen hari besar keagamaan nasional (HBKN) dan pergantian tahun.

“Permintaan pada akhir tahun pasti meningkat, karena HBKN dan tahun baru. Dipastikan peningkatan permintaan meningkat 20 persen,” jelasnya, Jumat (31/12). Sehingga stok pangan maupun konsumsi masyarakat yang lainnya dilakukan buffer stok lebih besar dari biasanya.

Ditemui terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, pada akhir tahun, konsumsi masyarakat pasti lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal itu berasal dari peningkatan konsumsi pemerintah yang melakukan percepatan realisasi anggaran dan konsumsi rumah tangga juga tumbuh positif seiring masuknya periode liburan akhir tahun, sehingga konsumsi dan mobilitas akan lebih tinggi.

“Pada triwulan terakhir konsumsi masyarakat akan tumbuh lebih tinggi seiring melonggarnya kasus Covid-19,” tuturnya. Namun belum bisa mengimbangi turunnya kinerja pertambangan. Seperti yang kita ketahui bersama, pertambangan masih memiliki kontribusi sangat besar terhadap ekonomi Kaltim. Pada struktur ekonomi, konsumsi masyarakat relatif kecil terhadap struktur ekonomi Benua Etam. Sebab, struktur yang paling besar berasal dari ekspor batu bara dan kinerja industri pengolahan.

Pada akhir tahun, kinerja pertambangan diprediksikan akan sedikit menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Saat ini, puncak tingginya perekonomian Kaltim dianggap sudah lewat. Pada triwulan III ekonomi berhasil tumbuh 4,51 persen (yoy), sayangnya pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan triwulan II yang mencapai 5,76 persen (yoy).

“Pada akhir tahun diprediksikan ekonomi masih akan tumbuh positif namun akan lebih rendah dibandingkan triwulan III,” pungkasnya. (ctr/ndu/k8)