///// Airlangga Hartarto

JAKARTA–Perekonomian global dihadapkan pada beragam tantangan sepanjang tahun ini. Proyeksi pertumbuhannya pun harus dikoreksi berkali-kali. Kendati demikian, pemulihan ekonomi nasional berada pada jalur yang positif. Pulihnya kepercayaan masyarakat mendorong tumbuhnya perekonomian.

Indeks keyakinan konsumen (IKK) November berada pada level 118,5. Angka itu menempatkan IKK pada area optimistis karena level indeks di atas 100. Selain itu, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur berada pada zona ekspansif. Yakni, pada posisi 53,9. Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi (pemerintah dan rumah tangga), investasi, dan ekspor yang positif.

“Sektor manufaktur, konstruksi, pengolahan, pertambangan, dan pertanian itu mendorong perekonomian,” papar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (30/12).

Inflasi per November tercatat 1,75 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dan 0,37 persen month to month (mtm). Soal kenaikan harga bahan pangan pokok pada akhir tahun ini, Airlangga menyebutnya sebagai tren musiman.

Hasil tinjauan ke sejumlah pasar, harga cabai rawit naik hingga tiga kali lipat dari harga normal. Harga minyak goreng mencapai Rp 18 ribu. Harga telur ayam ras tembus Rp 29 ribu per kilogram. Bahkan, ada yang menjualnya sampai Rp 32 ribu per kilogram. “Harga yang meningkat diharapkan juga memberikan kesejahteraan ke petani. Dan harga-harga akan relatif terkendali pasca natal dan tahun baru,” tegasnya.

Airlangga mengapresiasi penerimaan pajak yang mampu mencapai target. Per 26 Desember 2021, jumlah neto penerimaan pajak sebesar Rp 1.231,87 triliun. Angka tersebut setara 100,19 persen dari target yang diamanatkan APBN sebesar Rp 1.229,6 triliun. “Jadi dari sisi penerimaan aman. Dari segi indeks keyakinan konsumen (IKK), kami berharap akan naik lagi pada Kuartal IV 2021,” ujarnya.

Airlangga memproyeksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV ini berkisar 4,5–5 persen. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai 3,7–4 persen. Inflasi yang masih terjaga akan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pada 2022, lanjut dia, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen. Pemenuhan target tersebut tentu akan sangat bergantung pada penanganan Covid-19. “Tetap harus waspada dengan (varian) Omicron,” pesan Airlangga.

Dia memastikan program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN) tetap akan berlanjut tahun depan. Alokasi anggarannya Rp 414 triliun. Itu terbagi untuk klaster kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan korporasi/usaha.

Dalam rapat terbatas, Presiden Joko Widodo menyetujui program-program stimulus fiskal. Di antaranya, subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 3 persen sampai Juni 2022. Juga, program bantuan tunai pedagang kaki lima dan warung (BT-PKLW), pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPNDTP) untuk perumahan, dan pajak pertambahan nilai barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) otomotif.

Airlangga menyatakan, insentif fiskal PPNDTP perumahan akan diperpanjang hingga Juni 2022. Mengingat, dari alokasi 2021 sebanyak Rp 960 miliar realisasinya 100 persen. “Perumahan (harga) sampai Rp 2 miliar sebesar 50 persen. Lalu rumah Rp 2–5 miliar sebesar 25 persen. Bisa juga diberikan bagi pembeli yang kontrak di depan. Sehingga ada waktu untuk membantu,” bebernya.

Ditemui terpisah, pengembang properti menyambut baik kebijakan tersebut. Direktur PT Ciputra Development Tbk Agung Krisprimandoyo menyebut, stimulus PPNDTP 2022 sebagai kabar yang paling ditunggu pengembang. “Di proyek kami, 60 persen penjualan kami datang dari skema PPNDTP. Itu sudah menunjukkan seberapa manjurnya kebijakan tersebut,” paparnya.

Memang, pengembang sebenarnya masih mengharapkan stimulus yang didapat bisa penuh seperti tahun ini. Tapi, dia mengatakan, stimulus diskon PPN properti 50 persen punya efek tersendiri. Hal tersebut membuat calon konsumen lebih tertarik untuk membeli properti tahun ini meski hanya tinggal hitungan hari.

Ketua AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) Jawa Timur Rudy Sutanto menambahkan, PPNDTP memang sangat penting untuk penjualan pasar properti primer alias baru. Berkat stimulus tersebut, pertumbuhan penjualan semester dua sudah mencapai dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian industri properti Jatim tahun ini pun tumbuh 20 persen dibanding 2019.

Dengan kebijakan tersebut, lanjut Rudy, kinerja penjualan rumah baru bisa tumbuh hingga 50 persen. Hal tersebut karena stok rumah bekas dengan harga super-rendah sudah menipis. Sehingga, selisih harga antara rumah baru dan bekas sudah tak lagi besar.

Tahun lalu, pasar properti sekunder memang tumbuh pesat. Sebagian masyarakat menjual properti mereka karena terlibas pandemi. Karena oversuplai, pemilik rumah bekas yang benar-benar butuh uang akhirnya harus mengoreksi harga jual mereka. “Istilahnya rumah BU (butuh uang, Red). Karena mereka jual rugi, masyarakat yang punya uang merasa bahwa itu investasi yang bagus,” ungkapnya. (han/jpg/ndu/k8)