Arsenal dan Manchester City akan saling berusaha menjaga performa positif masing-masing.

 

LONDON–The Gunners berada dalam performa bagus akhir-akhir ini dengan empat kemenangan liga berturut-turut. Tetapi mereka menghadapi tantangan berat saat menjamu Manchester City, yang mencatatkan 10 kemenangan beruntun di liga. Laga tersebut akan berlangsung di Emirates Stadium malam nanti (Live Mola TVpukul 20.30 Wita).

Saat pertemuan pertama musim ini pada Agustus lalu, City menang 5-0. Namun, saat itu, Emile Smith Rowe dkk belum padu. Pelatih Arsenal Mikel Arteta terus berusaha mencari racikan terbaik. The Gunners yang sempat terjerembap di peringkat 17 klasemen kini bisa berada di zona empat besar.

Penampilan Arsenal baru-baru ini tentu tidak luput dari perhatian Guardiola. Dia pun telah memperingatkan anak-anak asuhnya untuk menghadapi performa Arsenal yang menurutnya terbaik dalam beberapa musim terakhir. “Arsenal yang sekarang adalah yang terbaik dalam empat atau lima tahun terakhir. Tetapi kami harus fokus untuk setiap laga. Berikutnya kami memiliki pertandingan melawan Chelsea dan Southampton,” ujarnya.

Akan tetapi, The Citizens tetap diyakini bisa mengatasi para meriam muda dari Arsenal. Sebabnya, City akan berusaha menjaga tren positifnya tetap terjaga. Selain itu, dengan kondisi pemain yang merata membuat Guardiola tidak perlu khawatir saat kehilangan beberapa pemain lantaran belum fit setelah cedera, maupun yang memperkuat timnas di Piala Afrika maupun masalah kedisiplinan seperti Phil Foden dan Jack Grealish. “City lebih baik. Ini bisa menjadi kemenangan kesebelas berturut bagi tim tamu,” sebut pundit BBC Mark Lawrence.

Sementara itu,The Gunners akan memasuki pertandingan tanpa manajer mereka di touchline. Itu setelah Arteta terkonfirmasi positif Covid-19 untuk kedua kalinya. Sebelumnya, beberapa pemain juga terjangkit penyakit tersebut seperti Cedric, Takehrio Tomiyasu, Ainsley Maitland-Niles, dan Calum Chambers.

 Albert Stuivenberg akan menggantikan tugas Arteta pada pertandingan nanti. Stuivenberg yang berdarah Belanda pernah menjadi pelatih Timnas Belanda U-17, dan melanjutkan karier di Belgia. Pada 2014, dia juga menjadi asisten pelatih Louis van Gaal yang menangani Manchester United ketika itu.  “Dengan pengalaman Stuivenberg, The Gooners berada di tangan yang aman untuk menantang City,” tulis Thick Accent. (tom/k8)