Direksi baru Perusda, terutama PDAM, idealnya juga diisi anak muda yang sepaham dengan visi wali kota. Di sisi lain, warga berharap direksi baru membawa perubahan terhadap pelayanan penyediaan air bersih.

 

BALIKPAPAN- Perombakan perusahaan daerah dinilai perlu dilakukan. Pasalnya, masyarakat butuh pelayanan yang baik, selain untuk keberlangsungan bisnis yang benar. Akademisi Universitas Balikpapan Rendi Ismail mengatakan, jika melihat rekam jejak yang ada, memang perlu dilakukan penyegaran di perusahaan daerah milik Balikpapan.

“Pertama PDAM, dan kedua Perumda. Perumda sudah dilakukan, dan terpilih lima direksi baru. Seleksinya juga terbuka, membuat masyarakat bisa tahu bagaimana sepak terjang mereka,” katanya, Rabu (29/12). Ia menyebutkan, perubahan tersebut sangat baik untuk mendukung kinerja Wali Kota. “Memang perlu perubahan. Apalagi, belum ada perbaikan yang konkret. Wali Kota tentu butuh orang yang bisa mendukung program sesuai visi-misinya,” bebernya.

Seperti PDAM, sambungnya, wajah baru diharapkan bisa memberikan banyak perubahan, terutama pada kinerja dan pelayanan. Menurutnya, hingga kini masih banyak warga Balikpapan yang belum mendapat air bersih yang layak. “Masih banyak yang cuma ada meteran, airnya tak mengalir,” bebernya.

Ada juga yang cuma mengalir 2-3 jam, itu pun dini hari. Contoh konkretnya kawasan Balikpapan Barat. Ia berharap, direksi baru kelak bisa memecahkan persoalan yang sudah bertahun-tahun ini. Selain itu, diharapkan diversifikasi usaha. Jadi, tak hanya menjual air ke masyarakat. Bisnis lain bisa dijalankan, tentunya yang berkaitan dengan air.

“Jadi, bisa semakin modern perusahaan daerah Balikpapan ini. Harus ada perubahan yang baru. Idealnya, ada anak muda yang mengisi jajaran direksi,” bebernya. “Dengan pergantian direksi, baik di Perumda Manuntung Sukses, maupun PDAM bisa mendukung kerja wali kota. Serta menjawab apa yang diminta masyarakat,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Selasa (28/12), Wali Kota Rahmad Mas’ud melakukan perombakan pada tubuh PDAM Tirta Manggar dengan mencopot dua direksi sekaligus. Yakni Direktur Utama Haidir Effendi dan Direktur Teknik Arief Purnawarman. Untuk menghandel pekerjaan yang ditinggalkan Haidir dan Arief, Rahmad Mas’ud menunjuk orang yang dianggap paham jeroan PDAM, Rahmat Yulianto.

“Ini bagian dari komitmen menjalankan visi-misi periode saya. Untuk perbaikan pelayanan wajarlah saya kira ada revitalisasi di jajaran direksi PDAM,” beber Rahmad. Lalu, bagaimana warga merespons pencopotan dua direksi PDAM? Apa juga harapan mereka? Mujiono, (45) warga RT 2 Kelurahan Margo Mulyo berharap siapa pun pucuk pimpinan PDAM kelak, harus ada solusi sulitnya pasokan air bersih di Balikpapan Barat.

“Kawasan kami ini kesulitan air bersih. Air mengalir hanya beberapa jam. Tidak jarang kami membeli air,” terangnya. Sementara itu Zubaidah (55) warga RT 02 mengatakan, masalah air di Balikpapan Barat ini sudah cukup lama. “Awalnya, kami memaklumi dan terus menunggu. Tapi, kok ya semakin ke sini malah memburuk. Yang awalnya hanya ngalir saat subuh, sudah dua bulan ini mati,” bebernya.

perempuan ini berharap, adanya solusi. Pasalnya, mau anggota dewan berganti-ganti, janjinya masalah air sulit ditangani.

Hal senada disampaikan Asmawati, Ketua RT 21 Gang Liverpool, Muara Rapak, Balikpapan Utara. Di kawasan tempatnya tinggal air PDAM kerap ngadat. "Di wilayah Inpres 1 ini sudah hampir empat bulan air tidak mengalir sama sekali. Kalau mengalir dulu, selalu jam 12 malam sampai jam 4 subuh. Tidak pernah ngalir siang. Harapan kepada pimpinan PDAM baru semoga air mengalir setiap hari dan normal lagi. Tidak apa ngalir malam, asalkan air ngalir normal. Bukan tidak ngalir sama sekali seperti sekarang ini,” tutupnya. (aji/ms/k15)