BARKLEY -Team Principal Mercedes Toto Wolff masih saja belum bisa melupakan kejadian pahit yang dialami timnya pada balapan pemungkas musim ini di GP Abu Dhabi (12/12). Saat itu pembalapnya Lewis Hamilton gagal mengamankan gelar juara dunia 2021 akibat disalip pembalap Red Bull Max Verstappen.

Dalam momen tersebut, juga terjadi insiden kontroversial terkait keputusan Race Director F1 Michael Masi yang menarik safety car di lap terakhir. Itu membuat Verstappen punya kesempatan menyalip Hamilton dan akhirnya benar-benar kejadian.

Menanggapi momen itu, Wolff kali ini mengait-ngaitkannya dengan suksesnya film dokumenter F1 yang tayang di Netflix berjudul Drive to Survive. Film dokumenter tersebut tayang sejak 2019 lalu sebagai bagian dari kolaborasi F1 dan Netflix untuk menunjukkan drama-drama di balik layar balapan F1.

Sejauh ini, film dokumenter tersebut sudah berhasil menelurkan tiga season dengan total 30 episode. F1 mengklaim, film tersebut sejauh ini sukses besar dalam mendongkrak popularitas F1 sekaligus menggaet penggemar baru.

Dikaitkan dengan kenyataan pahit yang dialami timnya, Wolff mengaku masih percaya, F1 dan FIA sama sekali tidak punya niat untuk mengganti-ganti aturan hanya agar bisa menghasilkan serial Netflix yang lebih seru.

Ucapan Wolff itu seakan menyindir keputusan Masi yang menarik safety car di akhir balapan. Padahal, dalam kejadian tersebut, aturan F1 sebenarnya menyebutkan bahwa safety car harusnya dipertahankan satu lap lagi atau sampai balapan berakhir.

Jika aturan aturan itu dilaksanakan, Hamilton saat itu akan keluar sebagai juara dunia 2021. "Saya sama sekali tidak mau berpikir seperti itu. Karena pada akhirnya, kami memang ingin menyuguhkan hiburan. Namun, hiburan harus mengikuti olahraga. Bukan sebaliknya," ucap Wolff dilansir GP Fans. Dia juga mengingatkan, aturan harus dilakukan dengan konsisten. Bukan malah bisa berubah di tengah jalan hanya demi bisa menyajikan tontonan balapan yang lebih menarik. (irr/dra)