BALIKPAPAN – Momen libur tahun baru, objek wisata tetap dapat beroperasi seperti biasa. Namun, dengan catatan hanya menampung 75 persen dari kapasitas. Disporapar Balikpapan telah memberi instruksi kepada pengelola objek wisata yang ada di Kota Beriman. Baik yang dikelola oleh daerah maupun swasta.

Kepala Disporapar Dortje Marpaung mengatakan, termasuk Pantai Manggar yang menjadi destinasi andalan. Biasanya jumlah pengunjung akan mengalami lonjakan pada libur tahun baru. Dia telah berkoordinasi dengan pengelola dan berbagai instansi terkait untuk mengatur arus pengunjung di pantai tersebut.

“Nanti lihat kondisi dan perkembangan, kalau tetap beroperasi, kami sudah koordinasi bagaimana mengatur pengunjung,” sebutnya. Misalnya memberlakukan sistem buka tutup pintu masuk. Ketika pengunjung sudah memenuhi 75 persen kapasitas, pengunjung lain tidak boleh masuk objek wisata.

Selanjutnya mengatur area parkir kendaraan agar tidak terlalu macet. “Terutama biasanya di depan amphitheater dan pujasera,” imbuhnya. Berkaca pada libur Natal, jumlah pengunjung yang datang rata-rata 5.500 orang per hari pada 25–26 Desember.

Ini sudah terhitung sekitar 75 persen dari total kapasitas keseluruhan Pantai Manggar. “Hasil monitor cukup lancar, relatif tidak terlalu traffic jam. Walau ada antrean tapi tidak sampai seperti mengular,” sebutnya. Dortje menjelaskan, kapasitas pengunjung cukup besar, mengingat panjang Pantai Manggar sekitar 1,8 kilometer.

Adapun jumlah personel gabungan yang turun mengontrol Pantai Manggar sebanyak 142 orang. Mereka berasal dari 18 instansi. Di antaranya kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Pamobvit. Jika hanya mengandalkan petugas UPT tentu akan kewalahan karena jumlah personel sangat terbatas.

“Personel dari 18 instansi yang terlibat itu sangat sedikit, mereka kan harus mobile ke wilayah lain. Bukan hanya satu wilayah atau satu destinasi,” ujarnya. Jadi, dia menegaskan kepada petugas untuk benar-benar memerhatikan jumlah pengunjung yang masuk ke area pantai.

“Kita tidak bisa paksakan terlalu banyak karena untuk menjaga kenyamanan pengunjung. Kalau kapasitas sudah penuh, pengunjung tidak boleh masuk,” ungkapnya. Nantinya diberlakukan jalur satu pintu agar mudah mengontrol setiap orang yang keluar masuk Pantai Manggar.

Dia berharap seluruh mitra, tak hanya objek wisata, namun pengelola restoran, hotel, dan hiburan lainnya bisa mengikuti aturan 75 persen pengunjung tersebut. Kemudian benar-benar mematuhi protokol kesehatan. Serta menerapkan scan barcode PeduliLindungi untuk setiap pengunjung. (gel/ms/k16)