DENGAN utang mencapai EUR 1,35 miliar (Rp 21,8 triliun) yang diumumkan pada akhir musim lalu, agak aneh ketika Barca bisa membeli Ferran Torres seharga EUR 55 juta (Rp 889,5 miliar). Dari mana Barca punya dana memboyong mantan pemain Manchester City tersebut?

Jawabannya adalah hak siar. Football Espana merilis, Barca memperoleh pemasukan sangat besar dari hak siar La Liga musim lalu. Nilainya mencapai EUR 165,6 juta (Rp 2,67 triliun).

Nominal tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan 19 klub La Liga lainnya. Bahkan, melampaui tim dengan hak siar tertinggi semusim sebelumnya, Real Madrid, dengan EUR 163,2 juta (Rp 2,63 triliun). Juga di atas pendapatan hak siar juara La Liga Atletico Madrid yang ”hanya” mengantongi EUR 130 juta (Rp 2,1 triliun).

Kabar bahwa musim lalu jadi musim pemungkas Lionel Messi bersama Barca sukses mengatrol hak siar klub asal Catalan tersebut. ”Distribusi hak siar dibagi berdasar tiga kriteria. Yaitu 50 persen dalam proporsi yang sama untuk semua tim, 25 persen bergantung pada hasil pertandingan, dan 25 lainnya berasal dari suporter masing-masing klub yang mencakup tiket musiman dan jumlah penonton,” tulis Football Espana.

Sejatinya, jumlah pelanggan La Liga musim lalu mengalami penurunan. Menurut data otoritas La Liga, jumlah penurunan mencapai 2,5 juta pada musim lalu. Pandemi Covid-19 merupakan penyebab utama.

Meski begitu, otoritas La Liga memiliki harapan agar angka pelanggan kembali meningkat secara bertahap hingga lima tahun ke depan. Itu karena La Liga baru saja mencapai kesepakatan untuk menjual hak siar kompetisi kepada Movistar dan DAZN seharga EUR 4,95 miliar (Rp 79,7 triliun).

Kesepakatan itu merupakan rekor untuk sebuah liga elite. Sebab, dalam kontrak terakhir yang ditandatangani dengan Telefonica pada 2018, nilai kesepakatan selama tiga tahun adalah EUR 2,94 miliar (Rp 47,3 triliun). (io/dns)